
Manado – Sinode GMIM kini tengah me-research masalah banyaknya warga jemaat yang “lompat pagar” alias berpindah ke denominasi atau aliran lain.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Badan Pekerja Sinode (BPS) GMIM Bidang Ajaran, Pembinaan dan Penggembalaan, Pdt Dr HWB Sumakul MTh kepada beritamanado via seluler, Senin (8/7).
Soal jumlah berapa banyak jemaat yang berpindah, belum ada kepastian. Namun menurut Pdt Sumakul cukup banyak. Lantas mengantisipasi masalah ini, apa langkah konkrit Sinode? Mengenai hal itu, menurut Pdt Sumakul GMIM perlu terus membuka diri.
“Jemaat kontinyu menggelar KPI (kebaktian penyegaran iman, sebutan KKR oleh GMIM, red) juga GMIM mengundang Pdt Stephen Tong dari gereja bertradisi reformed sebagai pembicara dalam KPI dan mengajak jemaat untuk terus melakukan ibadah berbentuk kreatif,” tukas dia.
Pdt Sumakul turut mengimbau jemaat untuk menjadikan GMIM sebagai rumah sendiri. “GMIM harus dianggap at home oleh jemaat juga jangan sampai tergoda dengan bujukan pindah karena GMIM juga gereja Tuhan. Terakhir, jemaat juga jangan berhenti memberi masukan kritis untuk pendeta dan majelis,” tambahnya. (alf)
Berita Lainnya:
Pdt Sumakul: Aliran Kharismatik jadi Masalah Global
http://beritamanado.com/berita-utama/pdt-sumakul/193206/
800 Ribu Jemaat GMIM Dinilai Makin Kuat dan Sadar
http://beritamanado.com/agama-pendidikan/800-ribu-jemaat-gmim-dinilai-makin-kuat-dan-sadar/193178/
GMIM jadi Lahan Subur KKR, Ini Tanggapan Pdt Manampiring
http://beritamanado.com/agama-pendidikan/gmim-jadi-lahan-subur-kkr-ini-tanggapan-pdt-manampiring/193176/

byk para pdta yg pentingkan pemasukan dikantong. bersaing dan melengser bahkan abaikan pdta2 playanan. jgn salahkn gerakan kharismatik sebab warga GMIM yg cari rumput hijau sbab byk pdtanya yg tak prduli warganya. khotbah tak berkualitas mmbangun iman n kdg dibikn lelucon tak bermakna. Tidak perlu nuding grakn kharismatik sbab kita tidak berhak memvonis atau mnghakimi…. koreksi sistem dan liturgi bahkan pendalaman Akitab… shalom…
Syalom…,
kalo yang salah oknum-oknum GMIM, jangan torang generalisir itu sebagai masalah GMIM.
Sama-sama torang samua harus berbenah untuk GMIM yang lebih baik ke depan.
Torang berdoa sama-sama supaya oknum-oknum GMIM terlebih petinggi-petingginya yang semakin membawa GMIM kepada perpecahan, segera mendapatkan pencerahan dari Tuhan Yesus.
GMIM tetap bertahan karena karena torang masih satu hati, walaupun ada friksi-friksi yang sebenarnya tanpa torang sadar, hal itu semakin memperkuat kesatuan hati torang.
Tetap bersemangat dalam melayani, dan biarlah Tuhan Yesus yang hadir dan menguatkan dalam setiap pergumulan kita…
salam,
Gmim so tidak menjadi berkat lagi. Tuhan melihat hati tapi GMIM melihat sertifikat. Jadi GMIM tambah hancur lantaran ulah orang2 semacam St– L. Ini torang lg siap2 pindah denominasi saja. So nda bawa bertkat di GMIM.
hehehehe ….
tidak ada organisasi di dunia ini yg tidak punya masalah walaupun itu organisasi gereja.
Jangankan GMIM, denominasi lain pun sama dan Puji Tuhan di tengah – tengah masalah tersebut GMIM masih menjadi yg terkuat dalam organisasinya dibanding yg searas walaupun ada oknum – oknum yg melukai hati warga GMIM.
dari sekian banyak organisasi gereja di Indonesia, GMIM masih bertahan dan eksis bahkan semnakin maju karena hal – hal seperti para komentator yg menentang dan menghujat diatas pun salah satu “Batu asah” untuk menajamkan GMIM.
“Karena Tuhan itu baik bagi semua orang”
Salam Kasih,
Sam
sebagai gereja terbesar kedua di indonesia wajar GMIM prihatin melihat perkembangan penginjilan yg sedang nge trend di sulut..munculnya gerakan gerakan kharismatik lebih condong melihat bentuk penyesatan baru yg terjadi! sehingan bergereja sduah berubah dan mengalihkan perhatian pada bisnis mujizat…dan wajar GMIM harus menghardik bentuk2 ini..!!!
Kasihan warga gMIM dapat ketua sinode kompromi dg Politik
syalom: saya lihat justru tokoh tokoh kharismatik lebih lapar dan haus akan politik… wajar kalau GMIM berbenah sebab 41% jumlah jiwa dari total penduduk Sulut pembayar pajak terbesar di Sulut..!!!maju GMIM jangan dengar ini karnikus karnikus tikus yg suka merobek gaun GMIM…mereka itu penyesat bergaya baru!!!
Tiadk ada gereja yang sempurna. Fatktanya jemaat yang lompat pagar pun faktanya pun banyak yang akhirnya lompat pagar lagi.
kejadian ini pernah terjadi di jemaat saya dan hal ini yang tidak diperhatikan oleh sinode waktu itu dan sehingga ada beberapa jemaat yang sudah pindah golongan, akibat ketidakpuasan dan lambannya penangganan permasalahan yang ada di jemaat tersebut. mudah2han ini tidak terjadi lagi, dan saya harap GMIM yang saya cintai ini untuk semakin terbuka diri mendengarkan dan menjawab kebutuhan2an jemaat terlebih pelayanan iman. GMIM yang tidak lama lagi akan ada pemilihan PELSUS yang kadang2 bisa terjadinya permasalahan di jemaat2 seperti pengalaman di jemaat saya. sehingga diharapkan jangan jangungg dan menutupi permasalahan2an jemaat2 yang ada tersebut, karena jemaat adalah “domba” yang kadang2 juga masih tersesat. sehingga slogan yang yang mengatakan “AKU CINTA GMIM” bukan di tujukan untuk cinta terhadap organisasi tapi lebih kepada YESUS KRISTUS sebagai kepala Gereja kita. TUHAN YESUS memberkati kita
jang terlalu banyak berpolitik dan korupsi. gereja itu menjadi contoh dan teladan tapi kalau didalamnya terdapat banyak kepentingan golongan dan pribadi bukan tidak mungkin korupsi juga akan terjadi di suatu gereja. silahkan menilai sendiri mana gereja yang betul menjadi contoh dan teladan atau gereja yang hanya mementingkan kepentingan pribadi dan golongan.
hehehehe …
banyak yg termakan berita di media.
Aliran Kharismatik pun lebih sering terpecah belah, dan di tengah – tengah gempuran aliran lain GMIM tetap bertahan.
Tetap maju GMIM dan tetap ber-Sinode dengan Jemaat untuk mewartakan kasih Yesus kepada semua orang.
Salam,
Sam
jangan bakalae2 kong baku rampas doi secara langsung atau nda langsung. Lebe bae konsentrasi ke arah penguatan iman jemaat supaya tetap teguh dalam Yesus dan nda pindah ke lain hati.
Itulah GMIM, dorang lebe banyak politik dan pendapatan daripada pelayanan. Di GMIM depe pendeta ada dua jenis, pendeta yg Tako Tuhan dan pendeta yg Tuhan tako. Mar lebe banyak yg Tuhan tako. Liat saja Ukit dorang nembole ator, kiapa stou biongonya ini supit beking ukit tandingan, ukit wenas, kong kase pa lotje kawet, samua yg dia kore ancor, para pendeta gmim rata rata kalau doa bukang puji Tuhan mar puji orang baik itu pembesar atau orang kaya, khotbah yah apa lagi nda ada roh, yang ada cuma dorang pe analisa dan interpretasi, depe hasil jemaat sedang doi derma dorang sikat, ada di Gmim Sakobar itu om rajin skali kalau mo hitung doi, dia lebe dulu tu doi seratus ribu. Pi cek di Getsemani sakobar ada dia di kolom 42. Itu depe buah nyanda tako sedang derma dong sikat…hiiiiihiiiii
Sebaiknya GMIM tidak perlu terlalu reaktif terhadap denominasi lain. Sebagai warga GMIM mari torang sama2 meningkatkan kualitas pelayanan di GMIM. Torang harapkan juga mereka2 yang dipercayakan menjadi pemimpin di GMIM dapat memberikan teladan hidup yang benar menurut ajaran Yesus. Masalah UKIT dan Rumah Sakit GMIM menjadi salah satu ujian bagi torang warga GMIM, terutama tentunya para hamba Tuhan di Sinode dan Yayasan GMIM. Kalu ini masalah nda klar2, bagaimana torang mo tunjukkan bahwa buah-buah roh itu ada pa torang. Jadi jangan heran kalau ada sebagian warga GMIM yang mulai lebih tertarik beribadah di gereja-gereja dari saudara2 kita yang lain. Syalom.
Hancurkan UKIt saja supaya pendeta GMIM tambah berkarisma.warga GMIM so ndak biongo.Benny Hinn kami tunggu lagi.mo tong lebih bagus Hinn
Masih ada penyebab yang paling mendasar yang tidak diungkap di sini:
1. Ringankan beban jemaat dengan mengurangi pungutan-pungutan yang tidak alkitabiah.
2. Kurangi penyelenggaraan acara-acara yang bersifat seremonial.