Opini

Setahun Prabowo-Gibran: Era Kebangkitan Arus Bawah Indonesia

Di bawah kepemimpinan Prabowo, arah pengelolaan BUMN mulai berubah. Melalui pembentukan Danantara, superholding nasional yang sedang dikonsolidasikan, pemerintah berupaya menciptakan sinergi aset negara agar lebih efisien dan produktif. Meski nilai aset “US$1 triliun” masih merupakan estimasi berbagai lembaga analis, arah kebijakan ini menunjukkan ambisi besar: mengelola kekayaan nasional secara terintegrasi untuk menopang kemandirian ekonomi jangka panjang.

Kerja sama CATL-ANTAM/Indonesia Battery Corporation (IBC) untuk proyek baterai listrik terbesar di Asia Tenggara senilai sekitar US$6 miliar (±Rp100 triliun) menjadi bukti bahwa Indonesia bergerak dari eksportir bahan mentah menuju produsen energi hijau global.

Era Prabowo juga ditandai dengan sikap tegas terhadap korupsi dan mafia ekonomi. Pemerintah berhasil menyelamatkan ratusan triliun Rupiah potensi kebocoran anggaran, menertibkan jutaan hektare kebun sawit ilegal, dan menghentikan praktik tambang ilegal bernilai besar. Pesan yang dikirim ke publik jelas, tidak ada lagi yang kebal hukum. Seperti yang sering ia tekankan, “Keadilan adalah fondasi, dan hukum adalah tiangnya.”

Di panggung global, Indonesia tampil dengan wibawa baru. Negosiasi perdagangan dengan Uni Eropa (IEU-CEPA) dan Kanada (IC-CEPA) telah mencapai tahap finalisasi, membuka pasar ekspor baru bagi produk nasional. Kehadiran TNI dalam parade militer Republic Day India (Januari) dan Bastille Day Prancis (Juli) menjadi simbol pengakuan atas profesionalisme militer Indonesia.

Puncaknya terjadi pada KTT Perdamaian Sharm el-Sheikh di Mesir (Oktober 2025), ketika Prabowo berdiri sejajar dengan para pemimpin dunia, termasuk Presiden AS Donald Trump, menyaksikan gencatan senjata Gaza. Trump bahkan memujinya sebagai “a remarkable man from Indonesia.” Sebuah pengakuan diplomatik yang menggambarkan perubahan besar, Indonesia kini kembali dihormati dunia.

Setahun pemerintahan Prabowo-Gibran menandai fase baru, politik yang berkarakter, kepemimpinan yang cepat, dan kebijakan yang berani. Stabilitas bukan lagi lawan dari kemajuan, melainkan fondasinya.

Visi Indonesia Emas 2045 kini bukan lagi sekadar slogan, melainkan peta jalan yang sedang diwujudkan, langkah demi langkah. Seperti kata Prabowo dalam rapat kabinet, “Kita tidak boleh takut bermimpi besar. Tapi lebih dari itu, kita harus punya keberanian untuk mewujudkannya.”

Dan keberanian itu kini sudah memberi bukti nyata, resonansi kebijakan yang berawal dari komitmen kuat sang pemimpin. Satu tahun awal ini menjadi penanda kuat bagaimana rakyat kecil, arus bawah tak hanya mendapat tempat di ruang kebijakan negara tetapi dimuliakan oleh pemimpinnya. Jadi, jelas satu tahun ini sudah memberi bukti yang bisa digarisbawahi sebagai era kebangkitan arus bawah Indonesia. Terima kasih Pak Prabowo.

(***)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara