Berita Utama

Heboh! Dirgayuza Setiawan Diduga Penulis Teks Pidato Bersejarah Prabowo di PBB

Heboh! Dirgayuza Setiawan Diduga Penulis Teks Pidato Bersejarah Prabowo di PBB
Dirgayuza Setiawan dan Presiden Prabowo. (Instagram/@dirgayuza)

Manado, BeritaManado.com – Nama Dirgayuza Setiawan mendadak jadi perbincangan hangat usai pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Majelis Umum PBB ke-80 menuai kritik.

Sejumlah pakar hukum internasional mempertanyakan salah satu poin dalam pidato itu, menganggap ada potensi inkonsistensi dengan prinsip non-recognition hukum internasional.

Kritik tajam ini lalu mengarah pada sosok di balik naskah pidato, dan nama Dirgayuza Setiawan pun muncul ke permukaan.

ADVERTISEMENT

Di media sosial, beberapa analis menilai pidato tersebut “menurunkan bobot” tragedi di Gaza, karena menyebutnya sebagai “humanitarian catastrophe” alih-alih “genocide.”

Dilansir dari Suara.com jaringan BeritaManado.com, meskipun belum ada konfirmasi resmi dari Istana atau Dirgayuza sendiri, isu ini seolah menguatkan pandangan publik.

Dirgayuza diduga punya peran penting dalam strategi komunikasi Presiden, terutama di kancah global.

Lalu, sebenarnya siapa sih Dirgayuza ini?

Latar Belakang Yuza: dari Melbourne hingga Oxford

Lahir di Jakarta pada 15 Mei 1989, Dirgayuza yang akrab disapa Yuza, memulai pendidikannya di bidang Media Communications di Melbourne University.

Selama kuliah, ia sudah menunjukkan bakatnya sebagai penulis.

Yuza aktif menulis blog di Rantang.com.au, platform milik ABC Radio Australia, dan menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Australia.

Selain itu, ia juga menggagas serial dokumenter berjudul Lingkar Ide yang menampilkan profil peneliti-peneliti hebat Indonesia di Australia.

Karyanya ini mendapat respons positif di YouTube.

Pada 2011, ia mendirikan platform www.idenesia.com (Ide untuk Indonesia) dan di tahun yang sama, ia meraih penghargaan Global Changemaker dari British Council.

Yuza tidak berhenti di situ dan melanjutkan studinya di Executive Program in International Business di Tsinghua University, Tiongkok, pada 2013.

Dia kemudian menempuh gelar Master of Social Science of the Internet di Oxford University pada 2015–2016.

Karier Profesional dan Jejak di Dunia Politik

Yuza dikenal sebagai sosok multifaset: seorang technologist, penulis, dan praktisi bisnis.

Ia telah menulis lebih dari sepuluh buku seputar teknologi dan media sosial.

Salah satu kontribusi pentingnya adalah saat ia menjadi editor buku Strategi Transformasi Bangsa karya Prabowo Subianto.

Secara profesional, ia pernah menjabat sebagai konsultan di PT McKinsey Indonesia (2017–2020) dan mendirikan PT Lestari Bumi Pertiwi.

Ia juga sempat menjabat di berbagai posisi strategis, termasuk Wakil Direktur Utama PT Agro Industri Nasional dan Ketua Tim Tenaga Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan.

Saat ini, ia menjabat sebagai Direktur Bisnis Development dan Portofolio ID FOOD.

Lalu, bagaimana ia bisa dekat dengan lingkaran politik?

Kisah ini bermula saat Yuza bergabung dengan Tunas Indonesia Raya, sayap organisasi Partai Gerindra, pada usia 24 tahun.

Pengalamannya di dunia politik semakin matang ketika ia didapuk sebagai Lead Speechwriter Prabowo-Sandi 2019.

Kini, sejak 2025, ia bahkan menjabat sebagai Staf Khusus Presiden bidang pendidikan.

Dengan semua pengalaman dan kiprahnya, tak heran jika nama Dirgayuza kini menjadi sorotan, terutama jika isu perannya sebagai penyusun pidato Presiden Prabowo di PBB terbukti benar.

(jenlywenur)