
Amurang—Mulai Senin (27/8) sedikitnya 250 kendaraan roda empat dan enam yang biasanya memuat penumpang dari seluruh kecamatan tak akan melayani penumpang. Kenapa para sopir dan kendaraan yang tergabung pada Persatuan Sopir Amurang Minsel (PSAM) tak melayani para penumpang.
‘’Ini berakibat, kendaraan taksi gelap sudah sangat banyak di Minsel. Bahkan, mereka melayani antar jemput dengan penumpang. Akibatnya, baik pengusaha kendaraan maupun para sopir yang tergabung di PSAM tak bisa berbuat banyak. Melainkan, mengalami kerugian yang sangat besar,’’ ujar Ketua PSAM Johny Lumowa, ketika menghubungi BeritaManado.com sore tadi.
Menurutnya, kami akan mogok besar-besaran. Lantaran, merasa tak fair lagi para aparat seperti Polres Minsel dan Dinas Perhubungan Minsel. Sebab, jelasn sekali mereka (taksi gelap, red) beroperasi dengan sembunyi-sembunyi dengan aparat kepolisian.
‘’Mogok mulai Senin besok. Dan kira-kira, akan berlangsung selama empat hari. Yaitu, Kamis depan baru akan berakhir. Kalau juga warning kami taksi gelap masih beroperasi. Maka, kami akan kembali melakukan mogok,’’ tegas Lumowa yang juga sopir Motoling-Manado ini.
Ditambahkannya, sebetulnya mogok ini sudah dilakukan sebelum Idul Fitri dan HUT Proklamasi RI ke-67. Namun, setelah dikonsultasikan dengan Polres Minsel, maka mereka memberi keringanan untuk menunda. Artinya, saat umat Islam memulai ibadah puasa. Mereka sangat membutuhkan kendaraan. Sama halnya dengan HUT Proklamasi RI.
‘’Dengan demikian, setelah sekira 250 kendaraan yang terdaftar di PSAM melakukan rapat akhir pekan kemarin. Dan memutuskan akan melakukan mogok besar-besaran mulai Senin esok. Dalam aksi mogok/demo kami akan sampaikan aspirasinya ke DPRD Minsel, Dinas Perhubungan Minsel, Bupati Minsel dan Polres Minsel. Ditanya, kalau ada kendaraan yang tak ikut tapi sembunyi-sembunyi mengangkut penumpang, maka kendaraan dan sopir tersebut akan mendapat sanksi sesuai ADART PSAM tersebut,’’ ungkapnya. (and)
