
Manado, BeritaManado.com – Lonjakan harga bahan pokok seperti beras, rica (cabai), bawang, dan tomat tengah melanda berbagai wilayah di Indonesia, tak terkecuali di Provinsi Sulawesi Utara.
Namun di tengah keresahan masyarakat, Gubernur Sulut Yulius Selvanus langsung bergerak cepat dengan meluncurkan kebijakan Gerakan Pangan Murah sebagai langkah intervensi pasar.
Program ini mulai digelar sejak kemarin di Kota Manado dan diperluas ke tiga titik di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) hari ini, sebagai bentuk nyata pemerintah provinsi dalam menjaga kestabilan harga dan menekan laju inflasi.
Kepala Dinas Pangan Sulut, Dr. Franky Tintingon, menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan respon langsung Gubernur setelah melakukan kajian terhadap tren kenaikan harga di pasar.
“Pak Gub sudah memantau langsung lonjakan harga bahan pokok beberapa hari terakhir, dan hasil analisanya ditindaklanjuti lewat eksekusi cepat berupa program Gerakan Pangan Murah,” ungkap Tintingon.
Lebih lanjut, Tintingon menjelaskan bahwa program ini tak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga merupakan bagian dari strategi berkelanjutan dalam menjaga keseimbangan harga menjelang momentum penting masyarakat, seperti Pengucapan Syukur.
Di tempat terpisah, Staf Khusus Gubernur Bidang Politik dan Kebijakan, Dr. (c) Fiko Onga SIP M.Si, membenarkan bahwa Gubernur Yulius Selvanus telah mengeluarkan instruksi khusus kepada dinas terkait guna menjaga stabilitas harga dan inflasi.
“Salah satu poin utama dalam arahan Pak Gubernur adalah menjaga kestabilan harga bahan pokok di tengah kenaikan saat ini. Apalagi masyarakat Sulut akan segera merayakan Pengucapan Syukur, jadi ini sangat krusial,” jelas Fiko.
Ia juga menambahkan bahwa secara nasional, Sulawesi Utara masih bertahan di posisi kedua terbaik dalam pengendalian inflasi antar provinsi.
“Hal ini sebagai buah dari pendekatan kebijakan inklusif dan antisipatif yang diterapkan Gubernur Sulut Yulius Selvanus,” tambahnya menutup.
(***/Jhonli Kaletuang)
