Berita Utama

Pohon Seho Jadii Komoditi Potensial Masa Depan Desa Temboan

Pohon Seho Jadii Komoditi Potensial Masa Depan Desa Temboan

Pohon Seho yang dikembangkan Yayasan Masarang di Desa Temboan

Penulis: Frangki Wullur | Langowan

Desa Temboan di Kecamatan Langowan Selatan memiliki keunikan tersendiri yang kini menjadi perhatian serius dibawah kepemimpinan yang baru Hukum Tua Ari Lalu.

Bahkan perhatian pemerintah pusat sempat tertuju ke Desa Temboan, dimana beberapa waktu lalu Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni berkunjung langsung untuk melihat potensi yang ada.

Sandi Ngongoloy, Sekretaris Desa Temboan kepada BeritaManado.com, Rabu (22/7/2026) mengatakan bahwa yang disaksikan Menteri Kehutanan yaitu potensi penangkaran penyu dan pelestarian hutan melalui tanaman pohon aren (pohon seho).

“Saat ini upaya pengembangan pohon aren terus dilakukan oleh perusahaan yang dinaungi oleh Yayasan Masarang. Penanamannya dilakukan secara berkala dan ada yang sudah berproduksi,” ungkap Sandi Ngongoloy.

Ditambahkannya, baik pembibitan, penanaman dan perawatan hingga panen, pihan perusahaan melibatkan warga lokal dari Desa Temboan sendiri.

Terkait hal tersebut, Hukum Tua Ari Lalu kepada BeritaManado.com mengatakan bahwa meski dirinya baru menjabat, namun telah mengambil langkah untuk menginventarisir potensi desa yang bisa dikembangkan.

“Kami menjadikan kunjungan Menteri Kehutanan RI beberapa waktu lalu sebagai momentum untuk melakukan terobosan bagi kemajuan pembangunan di Desa Temboan,” ungkapnya.

Ditambahkannya, Desa Temboan di masa yang akan datang akan memiliki kawasan konservasi penyu dan satwa endemik di area yang saat ini masuk wilayah restorasi hutan.

“Intinya bahwa potensi yang ada di Desa Temboan termasuk pertanian akan diupayakan untuk dikembangkan agar bisa memberi dampak ekonomi bagi kehidupan masyarakat,” harapnya.

Sebagaimana diketahui, Pohon Seho bagi masyarakat lokal Minahasa termasuk Desa Temboan memiliki banyak kegunaan, salah satunya air nira (Saguer) dapat diolah menjadi Gula Aren.

Selain itu sebagaimana tradisi yang ada olahan lain dapat berupa minuman tradisional beralkohol yang dinamakan Cap Tikus.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara