
Manado – Sekitar pukul 12.00 WITA, Rabu (28/11) tadi, beberapa anggota DPRD Sulut menuju gedung putih, kantor gubernur Sulut. Informasi yang diterima beritamanado, rombongan legislator yang dipimpin langsung Ketua Deprov Meiva Lintang dipanggil Sekprov Rachmat Mokodongan.
Hal ini turut diakui salah-satu anggota Deprov Mikson Tilaar saat dihubungi beritamanado via handphone. “Ini sementara rapat,” ujar Tilaar singkat yang langsung menutup sellularnya ketika dihubungi pukul 16.14 WITA.
Kehadiran sejumlah legislator di kantor gubernur ini sontak menuai kritik pedas koleganya di gedung cengkih. Apalagi pertemuan tersebut dilakukan pasca paripurna penetapan APBD 2013, Selasa (27/11) kemarin.
“Mereka telah merendahkan martabat anggota DPR ..” Arthur Kotambunan
“Teman-teman anggota ini tidak elegan. Mereka telah merendahkan martabat anggota DPR, apalagi kepergian ke gedung pemprov dipimpin langsung ketua Deprov,” tutur Wakil Ketua DPRD Sulut Arthur Kotambunan kepada wartawan.
Pendapat senada diungkapkan oleh anggota komisi 4 Benny Rhamdani. Menurutnya, undangan pejabat pemprov sekelas Sekprov terhadap anggota DPR untuk datang ke kantor pemprov merupakan upaya merendahkan wibawa dan martabat DPR.
“Karena berkaitan dengan koordinasi, urusan pemerintahan Ketua DPR lah yang harusnya memanggil Sekprov. Kalaupun Ketua DPR dalam keadaan terpaksa ke kantor gubernur, maka level politiknya adalah gubernur,” ketus Rhamdani. (Jerry)

Kunjungan DPR ke Gedung Putih adalah gambaran budaya yang perlu dipelihara, karena kunjungan tersebut memperlihatkan kepada rakyat bahwa pihak DPR sangat peduli kepada kepentingan rakyat dan dari pihak Pemrov memperlihatkan keterbukaan, karena kujungan DPR di Pemprov memberikan kesempatan kepada pihak DPR untuk mengadakan pengawasan serta dapat melihat langsung dan menilai keadaan Gedung Putih. Tentang adanya pandangan bahwa kujungan Pimpinan DPR dan rombongan atas undangan Sekprov “memalukan” hal itu wajar-wajar saja, sebagai pandangan orang “Pemalu” salah-salah kalu pemalu jangan dipaksa Istilah panggilan atau undangan maksud dan tujuannya adalah sama, di sini yang perlu diukur adalah kepedulian dan tanggung jawab terhadap kepentingan rakyat. DPR dan Pemprov sama-sama mengurus kepentingan rakyat, Pimpinan DPR dan rombongan ke Gedung Putih karena rasa kebersamaan dan tanggung jawab terhadap kepentingan rakyat. Semuanya adalah rakyat yang menilai.
tanya pa DPRD joh.. mengundang ato memanggil..
nda mungkin Sekprov pangge pa DPRD kong cuma pangge bagitu.. pasti ada undangan resminya yang ada tanda tangan, cap basah, dan nomor registrasi..
mar kalo mo baca anggota DPRD pe komen, kemungkinan cuma pangge bagitu..
hahaha
koordinasi (yang tekor diisi) …..hi hi hi hi
Undangan ato panggilan……..???? Kse jls katu kwa………
Memang secara “Posisi” ini memalukan. Tapi kenapa tetap dipenuhi?
Lagipula buat apa DPRD bilang ini merendahkan martabat, kalau tetap dipenuhi panggilannya.
Saya rasa kalau istilahnya “Memanggil” itu memalukan.
Tapi kalau dipelajari, ini sebenarnya “Mengundang”.
Yang paling Bijak Perhadapkan pada Satu Forum Sang Pembawa Berita Yang Kalian Pertuan Agungkan Tuan Yang Terhikmat Drs Artur Kotambunan dengan Anggota Dewan yang lain……..minimal Saya …….. waktu dan tempat Terserah Tuan Tuan Saya Siap dihadapan Bersama Pak Artur ….. Menjelaskan secara Transparan semua Apa Yang Terjadi dari Awal Hingga Tamatnya…….Kalau Sudah Dianggap Tamat……..Thx a Lot ……….. Semoga Tercapai Maksud Baik Kita Bersama !!!!!
Kunjungan ke Gedung Putih oleh DPR tidak salah, yang penting dilakukan karena berbaikan dan demi kebaikan. Masih lebih bagus rakyat mendengar pemprov dan dpr berbaikan dari pada saling mempertahankan status tetapi tetapi merugikan rakyat. Mana yang lebih baik kunjungan resmi atau kujungan diam-diam……………?.
Sinkronisasi program kok dibilang memalukan, bgmn sih nih redaktur. Statement slh 1 atau slh 2 legislator jgn lgs ditelan bulat2, mereka jg pd belagu krna o’on koq. Konsep etika kelembagaan sptnya ditrjemahkan salah oleh 2 org itu. Hadeuuuuuhh..
Kagak mutu beritanyee..
Ini berita manado ley kwa nda warwar beking judul, apa betul MEMALUKAN ?
So ini kwa tu legislatif pe bla’.. Atas nama wakil rakyat slalu mo merasa di atas angin, pdhl nda selamanya eksekutif hrs bertandang k Gedung Cengkih. Bhw dlm rangka mnjalankan fungsi WAS itu betul bos, tp dlm mnjalankan fungsi lain, sah2 saja kl legislatif ‘pasiar’ k eksekutif, kan dlm status ketatanegaraan sama2 merupakan PEMERINTAH (dlm arti luas), yg berarti selevel dan sederajat. Sampai disini tidak ada yg superior dan inferior disini. Kira2 bagitu mas broow..