Upaya tersebut, kata Presiden, dapat langsung disinergikan dengan program peningkatan produksi pangan dan energi bio.
“Pemanfaatan kekayaan hayati laut secara bijak, akan menjadi kekuatan besar untuk produk pangan, farmasi, dan energi. Demikian pula dengan perkebunan kita, antara lain kelapa sawit, yang telah terbukti menjadi pemasok terbesar CPO dunia,” ujarnya.

Terkait pangan, Presiden menyampaikan pembangunan infrastruktur bendungan dan irigasi telah mendukung peningkatan produktivitas nasional. Dalam tiga tahun terakhir, Indonesia sudah tidak lagi mengimpor beras untuk konsumsi.
“Alhamdulillah, kita baru saja memperoleh penghargaan dari International Rice Research Institute, yang disaksikan oleh FAO, karena kita dinilai mampu mencapai sistem ketahanan pangan dan swasembada beras sejak tahun 2019,” ujarnya.
Ketiga, penguatan perlindungan hukum, sosial, politik, dan ekonomi untuk rakyat.
Presiden menyampaikan, pemenuhan hak sipil dan praktik demokrasi, hak politik perempuan dan kelompok marjinal harus terus dijamin dan hukum harus ditegakkan seadil-adilnya tanpa pandang bulu.
“Keamanan, ketertiban sosial, dan stabilitas politik adalah kunci. Rasa aman dan rasa keadilan harus dijamin oleh negara, khususnya oleh aparat penegak hukum dan lembaga-lembaga peradilan,” ujarnya.
Secara khusus, Presiden menekankan bahwa pemberantasan korupsi terus menjadi prioritas utama.

“Polri, Kejaksaan, dan KPK terus bergerak. Korupsi besar di Jiwasraya, ASABRI, dan Garuda berhasil dibongkar, dan pembenahan total telah dimulai. Penyelamatan aset negara yang tertunda, seperti kasus BLBI terus dikejar dan sudah menunjukkan hasil. Skor Indeks Persepsi Korupsi dari Transparansi Internasional juga naik dari 37 menjadi 38 di tahun 2021. Indeks Perilaku Anti Korupsi dari BPS juga meningkat, dari 3,88 ke 3,93 di tahun 2022,” ujarnya.
Presiden menambahkan, penyelesaian pelanggaran HAM berat masa lalu juga terus menjadi perhatian serius pemerintah.
Selain itu, reforma agraria, perhutanan sosial, dan sertifikasi tanah juga harus terus dilanjutkan.
Keempat, melanjutkan digitalisasi ekonomi agar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia segera naik kelas.
Presiden menyampaikan, sampai saat ini sebanyak 19 juta UMKM telah masuk dalam ekosistem digital.
Pemerintah pun menargetkan sebanyak 30 juta UMKM masuk ekosistem digital pada tahun 2024.
“Berbagai bantuan pendanaan murah juga terus dilanjutkan. Penayangan produk UMKM di E-katalog pemerintah juga diharapkan akan menyerap produk UMKM. Di saat yang sama, kewajiban APBN, APBD, dan BUMN-BUMN untuk membeli produk dalam negeri juga akan terus didisiplinkan,” ujarnya.
Terakhir, keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Presiden menyampaikan, IKN bukan hanya untuk para aparatur sipil negara tetapi juga para inovator dan para wirausahawan.
“(IKN) bukan hanya berisi kantor-kantor pemerintah tetapi juga motor penggerak ekonomi baru. Bukan kota biasa tetapi kota rimba dengan pelayanan pendidikan dan kesehatan kelas dunia. Kawasan Inti Pusat Pemerintahan memang dibangun oleh APBN tetapi selebihnya, 80 persen investasi swasta diundang untuk ikut berpartisipasi,”ujarnya.
Malam harinya, tepatnya Rabu (17/08/2022) pukul 00.00 Wita, mengenang jasa perjuangan para pahlawan merebut kemerdekaan Republik Indonesia, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O.E. Kandouw memimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kairagi Manado.

Dengan penuh khidmat dan khusyuk seluruh jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Sulut Andi Silangen dan Pj Sekdaprov Sulut Praseno Hadi mengikuti tahap demi tahap Apel Kehormatan dan Renungan Suci.
Apel ini diawali dengan perhormatan kepada Arwah Pahlawan, lalu Pembacaan Naskah Apel Kehormatan dan Renungan Suci, Mengheningkan Cipta, Pembacaan Doa dan Penghormatan kepada Arwah Pahlawan.
Nampak, Wagub Kandouw selaku inspektur upacara membacakan Naskah Apel Kehormatan dan Renungan Suci.
“Kami menyatakan hormat yang sebesar-besarnya atas keikhlasan dan kesucian pengorbanan saudara-saudara sebagai pahlawan dalam pengabdian tehadap perjuangan, demi kebahagiaan negara dan bangsa,” ucap Kandouw dalam pembacaan teks tersebut.
“Kami bersumpah dan berjanji, perjuangan saudara adalah perjuangan kami pula, dan dalam kebhaktian yang suadara-saudara tempuh, adalah jalan bagi kami juga. Kami berdoa semoga arwah sodara-sodara pahlawan diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa dan mendapat tempat yang sewajarnya,” lanjutnya.
Apel kehormatan dan renungan suci itu kemudian dilanjutkan dengan penyalaan obor yang mengitari monumen di TMP Kairagi
Wagub menyampaikan penghormatan kepada para pahlawan atas keikhlasan dan kesucian dalam pengabdian terhadap perjuangan demi kebahagiaan negara dan bangsa.
Saat mengheningkan cipta, seluruh peserta apel menundukkan kepala mendoakan arwah para pahlawan yang telah rela berkorban dengan tulus ikhlas merebut kemerdekaan RI.

“Ini bentuk penghormatan kami terhadap pejuang bangsa telah gugur mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. Bangsa besar adalah Bangsa yang menghormati jasa pahlawannya,” kata Kandouw.
Diketahui, pahlawan yang dimakamkan di TMP Kairagi Manado berasal dari TNI-Polri 529 orang, pegawai sipil 32 orang, legiun veteran 27 orang dan pahlawan tak dikenal 32 orang.
Sebelum upacara detik-detik Proklamasi, tepatnya Rabu (17/08/2022) Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey diwakili Pj Sekdaprov Sulut Praseno Hadi menyerahkan remisi kepada 283 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Manado, Pemberian remisi ini adalah bagian dari HUT Kemerdekaan RI ke-77.
Adapun jumlah napi di seluruh lapas di Sulut yang menerima remisi HUT RI ke-77 sebanyak 1.557 orang. Pj Sekdaprov sendiri secara simbolis menyerahkan SK pemberian remisi kepada 3 perwakilan warga binaan lapas, sambil disaksikan jajaran Kanwil Kemenkumham Sulut.

Adapun tolak ukur pemberian remisi tidak didasarkan pada latar belakang pelanggaran hukum, akan tetapi didasarkan pada perilaku mereka selama menjalani pidana.
Dalam acara tersebut, selain menyerahkan SK remisi, Pj Sekdaprov juga membacakan sambutan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang menyebut bahwa tema HUT RI ke-77 yaitu Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat, bermakna tersendiri yang diartikan untuk menghadapi perubahan kondisi pandemi.
(Advertorial Kominfo Sulut)
