Berita Utama

Empat Gunung Api di Sulut Berstatus Waspada, Karangetang Catat 1 Gempa Letusan

Asap kawah Gunung Lokon di Tomohon, Sulawesi Utara, terpantau melalui CCTV PVMBG pada 5 November 2026.
Penampakan asap kawah Gunung Lokon di Tomohon, Sulawesi Utara, berdasarkan rekaman CCTV PVMBG, Kamis (5/11/2026). Gunung Lokon masih berstatus Level II (Waspada).

Penulis: Tim Redaksi

MANADO – Empat gunung api di Sulawesi Utara masih berstatus Level II (Waspada) berdasarkan laporan aktivitas vulkanik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) periode 5 November 2026.

Keempat gunung tersebut adalah Gunung Soputan di Minahasa Tenggara, Lokon di Tomohon, Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, serta Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).

ADVERTISEMENT

Dari keempat gunung tersebut, aktivitas Gunung Karangetang menjadi perhatian setelah mencatat satu kali gempa letusan/erupsi dan 46 kali gempa guguran dalam periode pengamatan 24 jam.

Berdasarkan laporan MAGMA Indonesia, pengamatan visual juga mencatat asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal dan ketinggian sekitar 5 hingga 200 meter dari puncak.

Selain gempa letusan dan guguran, Karangetang mencatat 148 kali gempa hembusan, 26 kali gempa harmonik, 32 kali tremor non-harmonik, satu gempa tornillo, satu gempa hybrid/fase banyak, lima gempa vulkanik dangkal, empat gempa vulkanik dalam, serta empat gempa tektonik jauh.

Aktivitas Gunung Lokon, Soputan, dan Awu

Sementara itu, Gunung Lokon di Kota Tomohon teramati mengeluarkan asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal dan ketinggian 25–100 meter di atas puncak kawah.

Aktivitas kegempaan Gunung Lokon mencatat 13 kali gempa vulkanik dangkal, satu gempa vulkanik dalam, satu gempa hembusan, dan satu gempa tektonik jauh.

Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe mencatat 13 kali gempa vulkanik dangkal, 13 kali vulkanik dalam, dan sembilan kali gempa tektonik jauh.

Secara visual, teramati asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas tipis dan ketinggian sekitar 20 meter di atas puncak kawah.

Adapun Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara mencatat dua kali gempa vulkanik dangkal, dua kali vulkanik dalam, dan lima kali gempa tektonik jauh.

Dalam pengamatan visual, Gunung Soputan terlihat jelas hingga tertutup kabut. Tidak teramati asap kawah.

Radius Bahaya Empat Gunung Api di Sulawesi Utara

PVMBG mengeluarkan rekomendasi keselamatan bagi masyarakat, pengunjung, dan wisatawan di sekitar empat gunung api tersebut.

Untuk Gunung Karangetang, masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati, mendaki, atau beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan).

Larangan juga berlaku pada area perluasan sektoral ke arah selatan-barat daya sejauh 2,5 kilometer.

PVMBG mengingatkan potensi guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu akibat penumpukan material lava sebelumnya yang kondisinya belum stabil.

Sektor selatan, tenggara, barat, dan barat daya menjadi wilayah yang perlu diwaspadai.

Masyarakat di sekitar bantaran sungai yang berhulu dari puncak Karangetang juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.

Sementara itu, untuk Gunung Lokon, masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati Kawah Tompaluan dalam radius 1,5 kilometer.

Di Gunung Soputan, aktivitas dilarang dalam radius 1,5 kilometer dari puncak serta wilayah sektoral sejauh 2,5 kilometer ke arah barat-baratlaut.

Adapun di Gunung Awu, masyarakat dan pengunjung diminta tidak mendekati kawah puncak dalam radius 3 kilometer.

Masyarakat Diminta Mengikuti Informasi Resmi PVMBG

PVMBG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan mengenai aktivitas gunung api.

Masyarakat juga diminta memperhatikan potensi lahar hujan, terutama saat memasuki musim hujan.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat dianjurkan menggunakan masker untuk melindungi hidung dan mulut serta mengikuti arahan pemerintah daerah dan instansi terkait.

Perkembangan aktivitas dan rekomendasi resmi gunung api dapat dipantau melalui situs MAGMA Indonesia di magma.esdm.go.id.