
Penulis: Mega Anggawirya Zas | Manado
Wakil Sekretaris Bidang Internal DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara (Sulut) Fabian Kaloh, memberikan pandangannya terhadap sosok Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani dan Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut Olly Dondokambey.
Menurut Fabian, Puan Maharani merupakan sosok negarawan kekinian yang mampu menghadirkan kesejukan di tengah dinamika politik nasional.
Penilaian tersebut disampaikan Fabian pasca Rapat Koordinasi (Rakor) Tiga Pilar PDI Perjuangan se-Sulut yang berlangsung di The Sentra Hotel Manado, Kamis (5/11/2026).
Ia menilai, pesan yang disampaikan Puan dalam sambutannya tidak sekadar membakar semangat para kader partai, tetapi juga mengajak seluruh kader membangun persaudaraan dan menjaga hubungan baik dengan partai politik lain.
“Sebenarnya kalau teman-teman (wartawan, red) mendengar apa yang disampaikan Ibu Puan dalam sambutannya, sangat adem, sangat menyejukkan di tengah situasi politik nasional saat ini. Beliau mengajak kader untuk menjaga persaudaraan dan persahabatan dengan politisi parpol lain terutama masyarakat,” ungkap Fabian.
Bagi mantan Anggota DPRD Sulut ini, pesan tersebut dinilai relevan dengan kondisi politik saat ini.
“Ketika soliditas dan kebersamaan menjadi bagian penting dalam membangun bangsa, khususnya Sulut,” ujarnya.
Baginya, sikap tersebut mencerminkan karakter seorang negarawan yang tidak hanya berbicara tentang kepentingan internal partai, tetapi juga menempatkan persatuan dan kebersamaan sebagai hal penting dalam kehidupan berbangsa dan berpolitik.
“Itulah sosok negarawan sejati, dengan gaya kekinian,” tegasnya.

Selain Puan Maharani, Fabian juga menyampaikan pandangannya mengenai sosok Olly Dondokambey yang dinilainya memiliki posisi tersendiri, baik di internal maupun eksternal PDI Perjuangan.
“Hal yang sama juga dengan Pak Olly Dondokambey. Secara internal beliau sangat dicintai kader PDI Perjuangan, secara eksternal beliau masih sangat disegani oleh lawan politik,” pungkas Fabian.
