
Penulis: JenlyWenur | Manado
Bursa pemilihan kepemimpinan di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado memasuki babak krusial.
Hingga jelang penutupan masa pendaftaran penjaringan Bakal Calon Rektor Unsrat periode 2026–2030 pada Jumat (6/11/2026), tercatat ada enam figur akademisi terkemuka yang resmi mendaftarkan diri.
Kompetisi memperebutkan kursi orang nomor satu di perguruan tinggi negeri terbesar di Sulawesi Utara ini menarik perhatian publik.
Pasalnya, bursa penjaringan kali ini diwarnai oleh kehadiran empat srikandi akademisi serta jajaran petinggi universitas.
Selain didominasi para srikandi, dua diantaranya adalah guru besar dan tiga di antaranya berasal dari unsur kesehatan.
Enam nama yang masuk dalam daftar pendaftar bakal calon rektor tersebut meliputi:
1. Prof. Dr. Roike Iwan Montolalu, S.Pi., M.Sc. (WR I)
2. Dr. Flora Pricilla Kalalo, S.H., M.H.
3. Dr. dr. Rocky Wilar, Sp.A., Subsp. Neo(K). (WR III)
4. Prof. Dr. dr. Grace Debbie Kandou, M.Kes.
5. Dr. Youla Olva Aguw, S.H., M.H.
6. Dr. dr. Theresia M.D. Kaunang, Sp.KJ., Subsp. A.R.(K).

Paparan menarik juga disampaikan para Srikandi kandidat calon rektor ini saat menyampaikan arah visi strategis mereka untuk membawa Unsrat ke level yang lebih kompetitif.
Dr. Flora Pricilla Kalalo menegaskan komitmennya untuk memperkuat infrastruktur kampus, mengembangkan rumah sakit pendidikan, serta mendongkrak kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan, termasuk membawa mahasiswa agar bisa berkompetisi hingga tingkat internasional.
“Semua itu berpedoman pada Asta Cita Presiden Prabowo serta memerhatikan Rencana Strategis Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi [Kemendiktisaintek] bersama Unsrat,” ujar Flora.
Visi serupa juga disuarakan oleh Prof. Dr. Dr. Grace Debbie Kandou yang mengusung cita-cita mewujudkan Unsrat yang Unggul, Berbudaya, Inovatif, Inklusif, dan Profesional.
Menurutnya, masih banyak aspek yang perlu diakselerasi, mulai dari mutu pembelajaran hingga pengabdian masyarakat.
“Jika terpilih, kepemimpinan nanti akan mendorong peningkatan lebih banyak lagi program studi unggulan, di samping pembenahan tata kelola yang berintegritas dan peningkatan sumber daya,” tutur Grace.
Sementara itu, Dr. Theresia M.D. Kaunang menyoroti urgensi transformasi kelembagaan.
Ia menilai fokus utama yang harus dikejar Unsrat adalah bertransformasi dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Badan Layanan Umum (BLU) menjadi PTN Berbadan Hukum (BH).
“Tata kelola keuangan harus mengikuti aturan yang ada dalam statuta maupun kementerian. Kita juga harus memerhatikan akreditasi unggul, ekosistem riset yang mendunia, serta pengembangan jiwa kewirausahaan, mengingat elemen kampus kita bukan hanya dosen tetapi juga mahasiswa,” jelas Theresia.
Pergantian kepemimpinan ini dinilai sangat strategis dalam menentukan arah kebijakan pendidikan tinggi di Sulawesi Utara, termasuk peningkatan mutu riset ilmiah dan kualitas layanan kesehatan melalui fasilitas rumah sakit pendidikan.
Rangkaian proses pendaftaran bakal calon rektor ini resmi berakhir pada hari ini, Kamis (6/11/2026), pukul 16.00 Wita.
