
Penulis: JenlyWenur | Manado
Jajaran Direksi dan pegawai Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. R.D. Kandou Manado menggelar ziarah serta upacara tabur bunga di makam Prof. Dr. Roembajan Deil Kandou, Kelurahan Kairagi I, Lingkungan VI, Manado, Kamis (5/11/2026).
Agenda khidmat ini dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 tahun 2026 yang mengusung tema nasional “Sehat untuk Semua.”
Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Utama RSUP Kandou, Prof. Dr. dr. Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, MH.Kes.
Turut mendampingi jajaran pimpinan inti rumah sakit, di antaranya Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian dr. Yune Laukati, MARS; Direktur Layanan Operasional Dr. Erwin Sondang Siagian, SSTP, M.Si; Direktur Medik dan Keperawatan dr. Wega Sukanto, Sp.B.T.KV(K); serta Direktur Perencanaan dan Keuangan Ekwanto, SE.Ak, MM.
Selain jajaran internal RSUP Kandou, kegiatan ini juga dihadiri berbagai unsur Satuan Kerja (Satker) Unit Pelaksana Tugas (UPT) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) antaranya RSUP Ratatotok Buyat, Poltekkes Manado, Labkesmas Manado, BKK Manado, dan BKK Bitung.
Dalam sambutannya, Prof. Starry Rampengan menyampaikan bahwa momen ziarah ini menjadi sarana refleksi bagi seluruh insan kesehatan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab profesi.
“Kami hadir menyampaikan penghargaan dan terima kasih setulus-tulusnya. Kami semua hadir untuk mengenang beliau dan menyatakan rasa hormat kami atas pengabdiannya,” ujar Prof. Starry.

Ia menambahkan, nama besar Prof. Dr. Roembajan Deil Kandou telah melekat erat di hati masyarakat Sulawesi Utara, mengingat setiap harinya ribuan pasien dan keluarga mempercayakan layanan kesehatan di rumah sakit yang menyandang nama tersebut.
“Bunga yang kami tabur hari ini adalah tanda penghormatan kami, dan itu kita teruskan dengan menjaga keselamatan pasien, mendampingi pasien di saat sulit, serta memastikan setiap pasien dilayani dengan penuh martabat,” tegasnya.
Bertepatan dengan momentum HKN ke-62, Prof. Starry turut mengimbau seluruh jajaran UPT Kemenkes untuk mengimplementasikan semangat pelayanan prima di unit kerja masing-masing.
Ia mendorong tenaga kesehatan agar senantiasa mengevaluasi kualitas layanan secara komprehensif.
“Mari perhatikan hal yang paling dirasakan oleh pasien. Apakah mereka mendapat pertolongan tepat waktu? Apakah mereka memahami penjelasan yang diberikan? Dan apakah mereka tahu siapa yang harus bertanggung jawab ketika membutuhkan bantuan?” tanyanya.
Menurutnya, jawaban atas berbagai pertanyaan tersebut menjadi kunci utama dalam mendongkrak mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan almarhum agar senantiasa diberikan kedamaian, serta memohon kekuatan agar seluruh tenaga kesehatan tetap setia dalam pengabdian kepada masyarakat.
