“Puji Tuhan, saat itu saya lulus di Fakultas Kedokteran. Dari situlah saya giat belajar untuk menyelesaikan studi,” ucap dokter Maxi.
Motivasi untuk menyelesaikan studi dengan hasil maksimal itu, katanya, muncul setelah melihat kegagalan dua saudaranya untuk menyelesaikan pendidikan tinggi.
“Jadi sambil kuliah, saya juga jadi sopir. Itu berlalu hingga kuliah saya selesai,” ungkapnya.
Dia juga menyatakan pernah bertugas di Puskesmas Donggala, Sulawesi Tengah selama 10 tahun. Di situ dia mendapatkan banyak pengalaman berharga sehingga didaulat sebagai kepala puskesmas terbaik se-Sulawesi Tengah.
“Dengan pengalaman yang saya dapatkan selama kurang lebih 34 tahun, saya bisa menjalani tugas dan tanggung jawab yang diberikan,” terangnya.
“Pengalaman dan kepercayaan serta keberanian untuk bertindak menjadi dasar dalam setiap tindakan saya,” pungkas mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut dan Dirut RSUP Kandou ini.
Diketahui, sebelum menjabat Dirjen P2P, Maxi Rondonuwu memegang jabatan Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit sejak Juni 2021, dan Kepala Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan sejak 2018.
Dia adalah lulusan Fakultas Kedokteran Unsrat Manado dan meraih gelar Doctor of Health Service Management dari Australia, serta gelar Magister Administrasi Rumah Sakit dari Universitas Sam Ratulangi. Penghargaan terakhir yang diterima adalah Bhakti Karya Husada Dwi Windu 16 Tahun. (***/Jrp)
