
Penulis: Alfrits Semen | Minahasa Utara
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara mulai menggerakkan agenda besar pembenahan kualitas pendidikan.
Fokus utamanya ialah memperkuat kemampuan literasi dan numerasi siswa melalui peningkatan kapasitas kepala sekolah serta guru di seluruh wilayah Minahasa Utara.
Sebanyak 548 peserta dari jenjang TK, SD, hingga SMP mengikuti bimbingan teknis yang digelar selama lima hari di Auditorium BPMP Sulawesi Utara, mulai Senin 18 Mei hingga Jumat 22 Mei 2026.
Program tersebut merupakan kolaborasi Pemkab Minahasa Utara bersama Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Utara.
Ini juga sebagai tindak lanjut atas rekomendasi pemerintah pusat terkait masih rendahnya capaian literasi dan numerasi di daerah.
Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Asisten III Setda Minut, Jossy Kawengian, menegaskan sektor pendidikan kini tidak bisa lagi dijalankan sekadar memenuhi rutinitas administratif.
Menurut Joune, arah kebijakan pendidikan harus berubah total dengan menjadikan data sebagai dasar utama pengambilan keputusan.
“Rapor Pendidikan harus menjadi kompas utama dalam menentukan langkah pembenahan. Dari data itu pemerintah bisa memetakan persoalan secara tepat dan menentukan intervensi yang cepat, terutama pada kompetensi literasi dan numerasi,” kata Jossy membacakan sambutan Bupati Joune.
Ia menilai peningkatan kualitas pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan semata, melainkan kerja kolektif seluruh perangkat daerah.
Karena itu, Pemkab Minahasa Utara turut melibatkan sejumlah instansi strategis dalam agenda transformasi pendidikan tersebut.
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) diarahkan memastikan program masuk dalam dokumen perencanaan daerah.
Inspektorat mengawal efektivitas penggunaan dana BOS serta akuntabilitas program.
Sementara Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) bertugas memastikan dukungan penganggaran melalui APBD.
Langkah lintas sektor itu, menurut Joune, diperlukan agar kebijakan pendidikan tidak berhenti di level seremoni, tetapi benar-benar berdampak di ruang kelas.
Target akhirnya bukan sekadar meningkatkan kemampuan membaca dan berhitung siswa, tetapi membangun kemampuan berpikir kritis, bernalar logis, dan menyelesaikan persoalan kehidupan sehari-hari.
Kepala Dinas Pendidikan Minahasa Utara , Jofieta Supit, mengatakan kegiatan tersebut difokuskan pada penguatan kompetensi guru dan kepala sekolah dalam menerapkan model pembelajaran yang lebih efektif.
“Harapannya peningkatan kompetensi guru akan berdampak langsung terhadap capaian literasi dan numerasi siswa yang nantinya tercermin dalam Rapor Pendidikan daerah,” ujarnya.
Sementara Kepala BPMP Sulawesi Utara, Febry Dien, mengapresiasi respons cepat Pemkab Minahasa Utara terhadap rekomendasi Kementerian Pendidikan.
Menurut Febry, tingginya partisipasi kepala sekolah dan tenaga pendidik menunjukkan keseriusan daerah dalam memperbaiki mutu pembelajaran.
“Kegiatan ini menjadi langkah konkret untuk menjawab tantangan rendahnya pemahaman literasi dan numerasi di daerah,” tandasnya.
