
Bitung—Puluhan anggota Satpol PP dan Dishub yang diterjunkan melakukan penjagaan disejumlah lokasi piintu masuk Pasar Girian jadi “bulan-bulanan” warga dan pedagang. Pasalnya, hampir setiap malam para anggota Satpol PP dan Dishub menjadi sasaran warga dan pedagang yang melakukan konvoi karena tidak terima petugas mengarahkan kendaraan pemasok barang dan pembeli ke Pasar Pinasungkulan Sagerat.
“Kami dikejar dan dilempari batu hampir setiap malam. Belum lagi dicaci maki, padahal kami hanya menjalankan perintah dari atasan,” kata sejumlah petugas Satpol PP dan Dishub, Rabu (13/3).
Mereka mengaku, setiap saat nyawa mereka terancam. “Lengah sedikit pasti jadi amukan massa seperti rekan kami yang sudah menjadi korban beberapa waktu lalu,” kata salah satu anggota Satpol PP.
Lebih memimiriskan lagi, janji aparat Kepolisian dan TNI untuk mendampingi mereka selama melakukan penjagaan tidak terealisasi. Padahal menurut mereka, Polisi dan TNI hampir setiap malam melakukan apel bersama, tapi tidak terlihat di sembilan titik yang menjadi lokasi penjagaan akses masuk Pasar Girian.
“Sudah Sembilan hari kami tidak istrahat hanya kerena setiap malam melakukan penjagaan hingga pagi. Entah sampai kapan kami begini, kurang istrahat dan nyawa terancam bahkan harus dilecehkan setiap hari,” katanya.(enk)

hahahaa..