Politik dan Pemerintahan

Sarundajang: Pemerintah Tangani Bencana Lokon Secara Terpadu

MANADO-Gubernur Sulawesi Utara Dr. Sinyo Harry Sarundajang hari ini melakukan kunjungan dan peninjauan langsung ke Kota Tomohon yang dalam beberapa hari ini terkena dampak letusan Gunung Lokon.

Gubernur juga melakukan Rapat Koordinasi dengan seluruh jajaran Pemkot Tomohon dan pihak terkait untuk penanganan dampak letusan Gunung Lokon rapat tersebut dilakukan di Pos Komando Penanganan Bencana Lokon di Kompleks Rindam Tomohon.

Pada kesempatan itu Gubernur menerima laporan dari Komandan Lapangan Satgas Penanganan Bencana Lokon yang dikomandoi Plt. Sekretaris Kota Tomohon Drs. Arnold Poli, S.H., M.A.P. tentang kondisi terakhir serta langkah-langkah yang telah diambil oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kota Tomohon untuk menangani akibat bencana Gunung Lokon.

Poli melaporkan bahwa pasca letusan pada tanggal 11 Juli 2011, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Tomohon telah melakukan langkah-langkah tanggap darurat antara lain dengan mengungsikan penduduk yang berada di radius 3 Kilometer dari lokasi Kawah Gunung Lokon. Sampai saat peninjauan yang dilakukan Gubernur tercacat kurang lebih 1126 jiwa penduduk telah diungsikan dan menempati lokasi pengungsian di Kompleks SMA Kristen 1 dan 2 Tomohon.

Dalam arahannya Gubernur meminta semua Instansi terkait dan pemerintah Kota Tomohon untuk terus melakukan langkah penanganan tanggap darurat dengan memperkuat koordinasi antar SKPD terkait serta pihak-pihak lainnya yang turut terlibat dalam kegiatan penanganan tersebut.

Yang mengungsi dan menjadi korban letusan Gunung Lokon adalah rakyat kita semua, oleh karena itu semua SKPD terkait di Provinsi serta Pemkot Tomohon diminta untuk siaga 1 x 24 jam dan terus melaporkan perkembangan situasi secara berjenjang.

Koordinasi di lapangat sangat penting agar kegiatan penanganan pacsa bencana dapat dilakukan secara tepat dan efisien. Gubernur menambahkan Pemerintah Provinsi melalui Badan Penanggulangan Bencana, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan instansi terkait lain telah menyediakan bantuan penanganan tanggap darurat seperti Tenda-tenda pengungsian, obat-obatan, masker, matras, tikar, selimut bahkan sampai Mobil dapur Umum, Mobil Unit Penyedia Air Bersih, makanan siap saji, beras dan kebutuhan lainnya agar para pengungsi dapat dilayani dengan baik. Gubernur meminta masyarakat yang mengungsi untuk menerima keadaan yang tentunya tidak sama ketika berada di rumah sendiri dan ditempat pengungsian.

Saat berada di Pos Pengamatan Gunung Lokon dan Mahawu, Gubernur meminta petugas pengamat di pos tersebut untuk mengawasi secara ketat perkembangan gunung Lokon. Secara umum Gubernur menerima laporan bahwa jumlah dan frekwensi letusan sampai pagi ini sudah menurun.

Namun demikian Gubernur mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada karena kita semua tidak dapat meramal kapan dan kemungkinan besarnya erupsi yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Saat meninjau para pengungsi di lokasi pengungsian, Gubernur berpesan agar masyarakat tidak buru-buru kembali ke tenpat tinggal mereka.

Ikutilah petunjuk pemerintah yang tentunya akan memberikan informasi apabila keadaan memang telah memungkinkan untuk kembali. Pada kesempatan ini Gubernur meminta pihak Pemkot Tomohon dan Satgas Penanggulangan Bencana untuk menyiapkan lokasi pengungsian baru di Kompleks Dinas Kesejahteraan Sosial di Kelurahan Uluindano. Hal ini dimaksudkan agar jumlah pengungsi di lokasi pengungsian di SMA Kristen Tomohon dapat dikurangi dan tidak terkonsentrasi di satu tempat untuk lebih meningkatkan kenyamanan mereka. Gubernur mendapatkan laporan bahwa sejak meletusnya Gunung Lokon, Tim Tagana dari Dinkesos Provinsi serta Kota Tomohon telah berada di lokasi dan melakukan kegiatan penanganan tanggap darurat.

Demikian juga Tim Dinas Kesehatan Provinsi dan Kota Tomohon telah stand by dan memberikan pelayanan kesehatan termasuk pembagian Masker kepada para korban dan masyarakat. Bantuan juga telah disalurkan melalu Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang mendapatkan dukungan penuh dari Badan Penanganan Bencana Nasional.

Khusus untuk penanganan pasca Bencana Pemprov dan Pemkot Tomohon akan melakukan pendataan akibat yang ditimbulkan untuk kemudian menyiapkan bantuan sesuai dengan kewenangannya masing-masing. Bantuan memang perlu namun harus disalurkan berdasarkan data yang akurat agar pemberian bantuan tersebut tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif. (is)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara