
Manado – Perpanjangan Bandara Sam Ratulangi juga akan menjadi bagian percepatan pembangunan di Sulut selain proyek pembangunan jalan Tol Manado-Bitung.
Hal ini disampaikan Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang terkait soal perkembangan Master Plan Percepatan Pengembangan Ekonomi Indonesia (MP3EI) khusus Koridor 4 Sulawesi kepada sejumlah wartawan di kantor Gubernur.
“Luar biasa kalau itu terjadi semua, betul-betul bukan mimpi lagi untuk pintu gerbang Asia Pasifik mulai terwujud, ini perjuangan yang sudah didepan mata ini harus torang pacu”, Dr Sinyo Harry Sarundajang
Dia lebih lanjut mengatakan, pembangunan pengembangan Pelabuhan Bitung sebagai pelabuhan peti kemas menuju Internasional Hub Port, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung, sejak awal telah masuk dalam list proyek MP3EI.
Sedangkan Proyek-proyek penunjang lainnya telah dimasukan dalam proyek APBN, seperti infrastruktur jalan, jembatan, irigasi, pelabuhan fery, pelabuhan umum yang terbesar di wilayah Provinsi Sulut akan dipacu, jelas mantan Walikota Bitung ini. (Jrp)

Sebenarnya apa maksud dari “menjadi pintu gerbang Indonesia di Asia Pasifik” ini?
Lalu apa manfaat yang diterima Sulut maupun Indonesia?
Mohon penjelasan dari semua
Terimakasih
Visi SamRatulangi Sulut jadi Pintu Gerbang Pasific, sebenarnya telah dirintis Para Gubernur SULUT sebelumnya.Kita salut perjuangan Gubernur sebelumnya ketika Bitung jadi Pelabuhan Peti Kemas, artinya saat itu sudah mulai terwujud Pintu gerbang Pasifik. Jadi bukan baru sekarang. Cuma sekarang lebih keren diganti namanya jadi Hub Port.Apa istimewanya. Jadi Prof Lucky,visi SamRatulangi juga sudah dirintis Kakanda alm Drs. A.J. Sondakh..Ndak usah bilang dorang pe Visi atau Mimpi..Jangan2 Mimpi di siang Bolong….
So dapa lia kua tu Prof mo ba ambe muka pa SHS, ngoni nyanda usah dengar pa prof.
Buat apa mo buka2 tu identitas ? supaya dapa tau tu jaga ba kritik ? kong somo dep-dep?
Torang nyanda perlu buka tu identitas yang penting torang pe kritik bermutu dan membangun.
Masalah SULUT JADI PINTU GERBANG KE ASIA PACIFIK ?
Hal ini so lama mar cuma di mulu Gubernur. Dorang bilang so basi.
Yang masyarakat tunggu adalah realisasi pengembangan bandara, Kapet dan Hub Port Bitung. Kalu cuma obral janji so dari lima taon lalu.
So pastiu ba dengar2.
Huuuupps, komen calon pelsus patut diapresiasi…Mengharap respons Professor LWS atas Dua substansi dari kaca mata akademis misalnya Revitalisasi pertanian dari pendekatan benefit n cost..Bernilai tambahkah atau justeru defisit alias merugi?? Mari kita debat Profesor ..Abaikan dulu aspek Politis..
Sabar Prof, kalau saya ikuti koment diatas substansinya sebenarnya terkait Visi Siapa Pintu Gewrbang Pasific apakah Samratulangi atau SHS dan yang lkainnya terkait pertanyaan Berhasilkan rtevitalisasi pertanian yang dicanangkan SHS diawal pemerintahannya. Nampaknya Mahasiswa dan orang kampung ingin mengatakan bahwa pemerintahan SHS gagal.. Soal Prof mont calon Senator harus menerima riak potiliknya yang harus diterima. Lihat SBY so matang dia..Jelaslan jo substansi komentar itu Prof, jangan terbawa emosi lagi..
Oh…maaf..maaf ya. ternyata komentar saya sudah diterbitkan. Terima kasih BeritaManado.com. Slamat pagi slamat beraktifitas. Semoga BeritaManado.com terus berkarya dan menjadi media online terkemuka. Salam Kasih. LWS.
Saya heran..mengapa komentar balik saya terhadap pandang yang menamakan Mahasiswa dan Orang Kampoeng tidak diterbitkan?. ada apa berita Manado.com?. Komenbtar kedua itu ada unsur “firnah”, pembunuhan “kharacter”, pencemaran nama baik” dengan mengaitkan pandangan saya yang mendukung visi SHS dengan menyeret soal “Angy” (Putri terhasih saya) dengan pandangan ini. Saya minta kooperatifnya berita Manado.com untuk membuka ke publik nama dan alamat yang menamakan “Mahasiswa” dan “Orang Kampung” itu untuk maju berdebat secara terbukan didepan publik tentang argumentasi yangt mendasari pernyataan p[ernyataan mereka tentang saya di media online ini. Atas kerjasam BeritaManado.com saya sampaikan terima kasih. Syalom. LWS.
Haloo yang mengaku Mahasiswa dan orang Kampung….bolehkah anda berdua menyatakan ke publik status anda (nama, no hp, alamat)?. Saya ternyata “bodoh” sekali, harus melayani komentar yang menamakan diri “Mahasiswa”, yang menurutb saya tidak mencerminkan kualitas seorang “Mahasiswa” yang harusnya santun, ilmiah, bwercharacter, berintegritas. Bukankah seorang Mahasiswa, yang adalah calon intelektual dan pemimpin masa depan, harusnya mengacu pada etika intelektual: menyampaikan pernyataan yang kebenarannya harus terdukung bukan hanya secara logis, tapi secara faktual.
Tanpa dukungan kedua kriteria kebenaran itu, sebuah pernyataan bisa mengandung unsur “Fitnah”, “Pembunuhan kharacter”, “Pencemaran nama baik”, yang kalau sampai hal dilakukan seseorang, mungkin saja hal itu dilakukan karena sengaja ada motiv negatif untuk men “down grade”, menghancurkan popularitas seseorang dalam rangka “pertarungan politik” sebagai Bakal Calon Legislatif?”.
Semoga statement anda, yang mengambil sikap “menghakimi saya dalam kaitan dengan pandangan saya terhadap Kebijakan dan Visi SHS, yang juga sudah menyeret “Angy” dalam menilai pandangan saya, tidaklah karena “anda” sedang dimainkan oleh yang merasa “tersaingi” oleh saya dalam langkah saya maju ke DPD (yang tersu terang mendapat dukungan yang sangat signifikan sekarang ini.
Kecendrungan anda “menghakimi saya” merupakan “kehebatan” dan “keberanian” anda untuk mengambil alih kewenangan Tuhan sebagai hakim Agung, dan keberanian mengambil alih kewenangan “Negara” dalam menilai dan memutuskan apakah seseorang itu bersalah. Pimp[inan Gereja, Pendeta dan banyak orang justru terus mendoakan saya untuk tetap tegar menghadapi pergumulan dan terus memohon tuntunan Roh Kudus bekerja menguasai hati dan pikiran kita semua termasuk “Angy”. Dan bahwasanya anda “mencemooh” saya tentang Angy dan pandangan saya terhadap SHIS< ah…saya hadapi saja dengan terus mendoakan anda juga. Ampunilah kesalahan mereka karena tidak diketahuinya apa yang diperbuatnya.
Ok…Ayo Mahasiswa…saya minta anda "buka kartu" siapakah anda dan mari kita ber debat secara tranbsparan didepan publik. Anda harus berikan argumentasi kuat, yang terdukung secara logis dan fakta tentang pandangan anda yang menamakan diri Mahasiswa (juga pandangan "orang kampoeng" supaya anda tidak dinilai ataupun nanti dituduh melakukanmj "pencemaran nama baik". Saya siap, diamanpun dan kapanpun.
catatan: saya akan sangat berterima kasih kalau media online ini meneruskan komentar saya ini ke media cetak. Biar fair dan memberi pelajaran politik ke publik. Bolehkah?. Semoga. Syalom.
Sebenarnya tidak ada sesuatu yang istimewa. Proyek yang disebut2 masuk SULUT, adalah perjuangan lama bahkan sejak Gubernur Rantung. Menjadi luar biasa karena dimasukkan ke Program MP3EI,yang lebih banyak Politik Ekonomi penguasa disaat tahun suksesi jelang PEMILU.. Sekarang baru (digencarkan lagi) karena APBN terjadi Windfall profit akibat Pembatasan Subsidi BBM. Jadi tak usah berbangga berlebihan, karena siapapun Gubernur pasti diberi peluang mengajukan proyek yang dianggap spektakuler..Saya setuju komentator sebelumnya, manakala proyek itu (benar2) jalan maka yang perlu diwaspadai susupan Kolusi dan Nepotisme ditengah gencarnya (slogan) membangun Tanpa Korupsi..Semoga
Mohon penegasan Prof: Apakah Pintu Gerbang ASIA PASIFIK visinya Sam Ratulangi ato SHS..saya tambah malo Prof pe statement. Masak Prof. Anwar Nasution orang Batak sangat mengagumi dan lebeh mengerti Sam Ratulangi sebagai seorang Visioner. Aduuuuh bagini mau Calon Senator ???
Aduuuuhh..Prof Lucky pe koment pe beking malo pantas Angy jadi begitu.. Dulu Prof bilang revitalisasi pertanian ndak ada guna, tanam milu sama deng kase makang kuda jo..Sekarang berpihak lengket dg SHS karena ada dia pe mau..Seeesseeek sekali ech….Coba kalo Prof akademik tulen, kasih komentar atau kesimpulan: Apakah Revitalisasi pertanian SHS berhasil ?? Apakah Gerakan sentuh Tanah beliau bukan menggambarkan kegagalan Revitalisasi yg sudah menghabiskan anggaran APBD yang sangat besar?? Prof kalo Gagal katakan GAGAL..Kita pe nenek bajual pisang baya Pajak PBB, yang SHS hambur2 kemana mana..Ayooooo .
Saya hargai perasaan anda :mahasiswa” tapi ndak perlu saya reaktif apalagi meresponsenya. Nanti ada satu saat dimasa mendatang, semoga waktu itu anda bisa jadi Rektor atau Gubernur, akhirnya akan mengakui bahwa kebenaran visi SHS ( yang saya nilai sangat baik bagi generasi mendatang, yang tentu diinspirasi oleh Visi jauh kedepan Dr Sam Ratuylangi). Saya doakan anda terus tekun belajar dan meraih prestasi akademik ataupun politik dan birokrasi atau bisnis ) yang tinggi karena mampu berpikir jernih, memiliki kematangan emosional dan spiritualo (saya saja skarang masih banyak kekurangan) dengan mampu menghargai perbedaan pendapat dan tidak harus melihat sisi negatif atau kekurangan saja. Tiap orang ada kurangnya tapi ada juga lebihnya. Be a positive thinker…kecuali kalau anda memang senang dan setuju terhadap pandangan “be a negatif thinker”. Slamat belajar. Smoga cepat jadi Sarjana dan terus ke S2, ataup[un S3 kalau perlu sampai ke Harvard University .
Kalo begini dhank torang TukangBelante juga Bisa..Artinya torang ada kesempatan beking bae derajat keturunan..
Prof..kita malo punya mantan Rektor Profesor pe koment.. Pintu Gerbang Asia Pasific itu pandangan dan penalaran SamRatulangi, bukan Gubernur Sulut saat ini.. Dan maraknya infrastruktur yang dikucurkan keempat koridor Percepatan Pertumbuhan Ekonomi datang bersamaan SHS sebagai Gubernur..Artinya kalau tidak ada program MP3I, posisi geografis kita sebagai Pintu Gerbang masih terpendam.. Kalau seperti sekarang Pemerintah Pusat apalagi Menko pencitraan RI Satu, siapapun gubernur pastti BISA.. Tukang Belante di Kawangkoan pun jadi, kecuali Angy yang ada dapa ika…hheheheheh2..
Perbedaan pendapat terhadap suatu pandangan, konsep, bahkan theori apalagi dogma itu biasa dan harus salingf menghormati. Tafsiran terhadap Kitab suci pun bukan saja tidak luput dari perbedaan bahkan kalau kelirun di “manage” akan menimbulkan konflik.
Dari sudut pentingnya seorang leader memiliki “visi”, pandangan Dr Sinyo Harry Sarundayang itu,saya sangat appresiasi. Pandangan itu bukanj “mimpi” dalam artian “ilusi”. Pandangan beliau ini bukan ilusi. Sulut menbjadi pintu gerbangt ke dan dari Pasifik adalah sebuah “dream” dalam artian “cita cita” yang memberi arah untuk kita perjuangkan bersama. Bagi saya..Ayo…mari seluruh komponen Sulawesi Utara dariu berbagai kalangan suku, agama dan ras, dari berbagai aliran politik…mari rapatkan barisan perjuangkan “cita cita” SHS ini.
Where there is no vision the people perish. (Saya lupa di nats Alkitab mana “phrase” ini. Seorang pemimpin tanpa “visi” hanya akan berspekulasi dan bisa membawa “umat” nya tanpa arah dan tujuan…dan akhirnya bisa di “bantai” di dalam pertempuran politik praktis.
Menjadi “Pintu Gerbang” karena walaupun Sulut berada di “pinggiran” tetapi akan menjadi “pinggiran” yang strategi, yang memang harus diperkuat oleh “national government” karena kalau pintu gerbang ini “BOBOL”, infiltrasi dan penetrasi dari luar, baik penetrasi perdagngan international, dan inflitrasin “mafia” internasional (mafia narkoba, women traficking dsb) bisa terjadi dan akan mengancam negeri tercinta ini INDONESIA>
Makanya, AYO Pak Gubernur, saya usul supaya seluruh tokoh tokoh dari berbagai komponen masyarakat, politisi, termasuk khususnya terutama Para Anggota DPD dan DPR asal Sulawesi Utara, agar dapat duduk bersama, satukan visi, bulatkan tekad, mantapkan semangat juang (semangat PERMESTA tapi tidak dengan andalkan kekuatan “fisik” tetapi dengan “The Power of Mind”, atas dasar :THe Power of Love”, atas dasar “KASIH” / Si Tou Tumou Tumou Tou (Baku baku hormat, baku baku bae, baku baku tongka, baku bekling pande) untuk rapatkan barisan untuk berjuang bersama mewujudkan visi SHS diatas ini menjadi kenyataan.
sekali lagi: Where there is no vision the people perish.
Salam dan selamat berjuang. Prof Ir L>W Sondakh, M.Ec; Ph.D. LWS for DPD.
Yang selalu diberitakan selama ini seolah SULUT mengalami kemajuan luar biasa…Berhasil atau ttidak antara lain kita harus tengok daerah lain. Nah kalo setuju, jujur saja perkembangan daerah lain jauh lebih baik dalam kelompok daerah (peer group) yang setara..kita sangat tertinggal bandingkan Gorontalo, Sulteng, Sulsel.. Kenapa ?? Dimana2 tergaung SULUT is Manado.. —
mari kita berfikir positif saja, inikan wujud suatu perjuangan SHS untuk memajukan sulut,mari kita beri apresiasi terhadap beliau.
Nah ini cerita pencitraan lagi.. Program2 yang dikatakan spektakuler muncul karena adanya Program Percepatan pembangunan yang digagas dan didorong Pemerintah Pusat. Kebijakan ini imbas dari masa Pemerintahan SBY yang akan berakhir. Kita tak perlu berbangga, siapapun Gubeernur dalam posisi seperti ini pasti akan mencari proyek yang cocok dengan kebutuhan SULUT.. Yang dikawal adalah KKN atas proyek ini..Gaung Tanpa Korupsi, tapi Kollusi n Nepotisme jalan terus..Libas itu..Secepatnya Tupai melompat ssekali waktu jatuh di Pacuan ..hehehe…
sayang waktunya so habis ….10 tahun buat program