Karena itu Puan berharap para pekerja pers menjunjung tinggi asas pemenuhan hak masyarakat dalam mendapat informasi akurat, jujur, dan berimbang.
“Kecepatan harus diimbangi dengan keakuratan berita. Kuncinya adalah pers harus disiplin melakukan verifikasi, berimbang dan independen,” ujarnya.
Dia menegaskan komitmennya dalam mendukung kebebasan pers karena merupakan hak yang diberikan konstitusi.
Namun menurut dia, kebebasan pers harus tetap dibarengi dengan rasa tanggung jawab, profesional dan tetap menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.
Usai mengikuti puncak HPN, Puan didampingi Olly Dondokambey meninjau vaksinasi di Ruang Mapalus Kantor Gubernur.

Puan menilai jalannya vaksinasi di Sulut berlangsung sesuai harapan.
Puan menegaskan jika vaksinasi merupakan bagian dari solusi mengantisipasi Varian Omicron.
“Apalagi diprediksi minggu kedua Februari ini terjadi lonjakan. Vaksinasi menjadi penting,” katanya.
Agenda lain Puan Maharani di Sulut ialah mengunjungi Tugu Trikora di Kelurahan Batulubang, Kecamatan Lembeh Selatan.

Ditemani Gubernur Olly, anak Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri ini melakukan dua acara yakni Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah dan Peletakan Batu Pertama Patung Soekarno.
Puan menerangkan, pemberian makanan tambahan anak sekolah bertujuan memperbaiki asupan gizi, ketahanan fisik, meningkatkan kehadiran dan minat belajar, kesukaan akan makanan daerah yang bergizi serta memperbaiki perilaku bersih dan sehat, termasuk kebiasaan makan sehat.

Dalam kunjungan kerja di Sulut, Puan memenuhi beberapa agenda seperti ikut melayat ke rumah duka alm Hartati Tanos, merua dari Wakil Gubernur Steven Kandouw, mengunjungi Universitas Sam Ratulangi Manado, mengahdiri perayaan Dies Natalis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) hingga rapat bersama jajaran DPD PDIP Sulut.
(Advertorial Kominfo)
