Politik dan Pemerintahan

Rhamdani ‘Walk Out’

Manado – Meskipun sudah berjanji hanya akan menyerahkan laporan hasil reses kepada Gubernur SH Sarundajang, namun nyatanya Benny Rhamdani harus ‘menyerah’ karena laporan reses anggota DPRD Sulut dapil Bolmong Raya tetap diserahkan Idrus Mokodompit. Rhamdani akhirnya ‘walk out’ menghindari menyerahkan laporan reses kepada Pemprov Sulut yang dihadiri Wagub Djouhari Kansil dan Sekprov Siswa Rachmat Mokodongan.

Menarik pada rapat paripurna, Sabtu (8/6) siang itu sempat terjadi adu argumentasi sesama anggota DPRD, selain mengkritisi realisasi aspirasi reses, juga silang pendapat mengambil keputusan apakah rapat paripurna dapat dilanjutkan atau tidak akibat rapat hanya dihadiri 15 anggota Deprov.

Rhamdani yang terlihat kecewa getol mengusulkan rapat segera ditutup kemudian keputusan diserahkan kepada pimpinan DPRD dan pimpinan fraksi. “Saya tidak setuju kita keluar dari tata-tertib. Singkatnya, kondisi sekarang tidak kuorum sesuai dengan pasal 91 ayat 4 maka sudah benar pimpinan dewan menutup persidangan, kemudian diserahkan kepada pimpinan dewan dan pimpinan fraksi untuk mengambil keputusan,” ujar Rhamdani.

Tampaknya usul Rhamdani ditolak Herry Tombeng dan Lexie Solang. Keduanya meminta rapat dapat dilanjutkan melalui mekanisme skorsing memberi kesempatan kepada pimpinan dewan dan pimpinan fraksi. “Tidak perlu ditutup tapi cukup di-skors untuk memberi kesempatan kepada pimpinan dewan dan pimpinan fraksi mengambil keputusan,” ujar Tombeng dan Solang.

Usul tersebut disetujui sebagian besar anggota DPRD dan akhirnya rapat dapat dilanjutkan. Selain menyetujui usulan pergeseran anggaran oleh pemerintah provinsi, juga penyerahan aspirasi kepada pemerintah provinsi sesuai hasil reses oleh masing-masing daerah pemilihan. Menarik, Benny Rhamdani sudah keluar ruangan rapat ketika agenda penyerahan hasil reses kepada Wakil Gubernur Djouhari Kansil disaksikan Sekprov Siswa Rachmat Mokodongan. (Jerry)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara