Berita Utama

REVISI PERDA MIRAS: Agar Mudah Diawasi, Polda Usul Produksi Cap Tikus Dilegalkan

Revisi Perda Miras Polda Sulut

Pembahasan revisi Perda Miras di DPRD Sulut, Rabu 11/3/2015 (Foto BeritaManado.Com)

Manado – Rabu (11/3/2015) hari ini, Baleg DPRD Sulut bersama stake holder terkait melanjutkan pembahasan revisi Perda Nomor 4 Tahun 2014 tentang Pengendalian Mabuk dan Pengawasan Minuman Beralkohol.

Rapat yang bersifat memberi masukan kepada Baleg DPRD Sulut juga dihadiri Polda Sulut diwakili DiRes Narkoba Edy Djubaedi.
Djubaedi mengatakan, Perda Minuman Beralkohol sangat lemah pada aspek penindakan.

“Aturan sudah dibuat tapi masih banyak pelanggaran. Misalnya ada 700 liter cap tikus berhasil diamankan.
Orang mabuk sebatas pembinaan, sulit mencari alat bukti harus uji lab terutama yang meminum minuman beralkohol tanpa label seperti cap tikus”, tukas Djubaedi.

Usul menarik disampaikan pejabat polisi ini agar revisi perda mengatur melegalkan produksi meniman beralkohol jenis cap tikus. Menurutnya, kebanyakan orang mabuk karena mengomsumsi cap tikus.

“Yang diatur perda hanya orang mabuk dan pengendalian minuman beralkohol. Saya usul pembuatan cap tikus dilegalkan untuk memudahkan kontrol pemerintah, sekaligus pengendalian produksi tidak melebihi batas tertentu”, tukas Djubaedi.

Rapat dipimpin Ketua Baleg Teddy Kumaat didampingi Wakil Ketua Netty Pantow dan Sekretaris DPRD B. Mononutu serta Tim Ahli Ronny Maramis, Ferry Liando, Goinpeace Tumbel dan Gerdy Worang.
(jerrypalohoon)

2 tanggapan untuk “REVISI PERDA MIRAS: Agar Mudah Diawasi, Polda Usul Produksi Cap Tikus Dilegalkan”

  1. Kasihan bumi dengan produknya yang sesungguhnya menjadi pendukung hidup umat manusia, sering dijadikan kambing hitam. Sebenarnya sdh cukup dia menanggung kesalahan/dosa manusia ketika baru diciptakan, manusia yang bersalah/berdosa, tapi bumi kena getahnya/kutukan.

    Karena captikus manusia mabuk, maka itu hrs dibatasi produk captikus. Berarti kalau ada kecendrungan org menabrakkan dirinya ke mobil alias bunuh diri, berarti mobil perlu dibatasi, begitu logika berpikirnya kan! Atau menerjunkan diri dari bangunan bertingkat, berarti….
    atau kalau ada kecendrungan kriminal meningkat dalam masyarakat, maka produksi manusia harus lebih dibatasi artinya tidak sekedar ikut KB. Dan kalau logika ini digeneralkan serta dirunut keakarnya maka jadinya ialah: Kalau bumi ini menghasilkan tidak baik, maka bumi ini dihentikan saja.

    Sangat beruntung kita memiliki Allah Pencipta yang tdk berpikir seperti cara berpikir manusia. Allah membiarkan orang pilihannya seperti Nuh, mengalami mabuk alkhohol, biar dia tahu diri dan bertobat. Ia, seorang senior yang berwibawa, tragis kalau sdh tdk tahu diri dan tinggal ditutupi auratnya oleh anak2. Itu adalah kesalahan, karena itu manusia hrs merasa malu dan bersalah kalau minum sampai mabuk. Namun anggur tetap ada, tidak dimusnahkan oleh mereka, fermentasi tetap berjalan dalam kebudayaan manusia.

    Kalau kita melihat populasi dan produk alkhohol pada masa Tuhan Yesus di Yedea dan sekarang ini di Minahasa, mana lebih banyak produk Alkohol ? Memang saya blm membuat penelitian tapi menurut pengamatan kasar saya, masanya Tuhan Yesus masih lebih banyak diproduksi dp sekarang ini di Minahasa. Apa premisnya? Kalau di Indonesia kita kenal dengan 4 sehat 5 sempurna, maka di Israel dulu ada 2 sehat 3 sempurna artinya: 1 roti, 2 ikan dan 3 anggur. Anggur difermentasi adalah minuman istimewa org Israel.

    Jangan lupa bagi umat kristiani untuk diingat bahwa : Mujizat pertama dibuat Tuhan Yesus di Kana ialah memproduksi alkhohol maka terjadilah kesempurnaan pesta atau kesempurnaan sukacita dalam acara perkawina di pesta itu. Di Israel alkhohol lebih dikenal sebagai minuman sukacita atau disebut : “anggur kegirangan”, bukan angguur memalukan seperti tindakan Nuh, atau anggur mematikan seperti yang terjadi sekarang ini.

    Anggur sukacita ini oleh Tuhan Yesus ,ketika menjamu murid,murid dan kemudian sampai sekarang kepada orang kristen, dengan apa yang kita kenal sekarang dengan “Perjamuan Kudus”. DALAM sakramen ini, bagian dari penderitaannya diibaratkan dengan minuman alkohol. (anggur kegembiraan jamuan). Lalu mengapa kita mencoba menjadi seperti orang Farisi?

    Ingat dan Camkan : Setiapkali engkau meminumnya maka Kristus telah disalibkan karena kemunafikan kita manusia. Dan jangan lupa tip dari saya (komentator), Manusia yang bersalah bukan anggur atau alkhohol, manusia yang bersalah bukan captikus atau pohon seho. anggur atau hasil pohon seho. Mungkin kalau manusia tdak lagi dapat menggunakan pemahaman dan kesadaran imannya, atau instik keagamaannya maka tambahlah buatlah perdanya sehari berapa kali teguk saja. ha.ha

  2. Bimbing penanaman seho (aren) pd lahan miring pencegah erosi, penghasil saguer, ethanol/bbm alternatif, gula aren dan sagu. Tingkatkan mutu minuman dgn bumbu2, dikalengkan dgn label bersertifikat, utk komoditi eksport, serta konsumsi wisatawan di hotel2. Sadarkan produsen ttg hak dan kewajiban.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara