
MANADO – Tindakan pihak rektorat Universitas Sam Ratulangi melakukan skorsing terhadap beberapa mahasiswa dengan alasan tententu menuai kritik pengamat politik dan pemerintahan Sulut, Taufik Tumbelaka.
Walaupun dirinya memahami aturan pihak universitas, namun skorsing kepada sejumlah mahasiswa menandakan pihak rektorat telah melakukan pembungkaman kebebasan berpendapat di alam demokrasi.
“Jika skorsing dilakukan hanya karena membungkam suara kritis mahasiswa, berarti pihak rektorat telah mengabaikan prinsip dasar demokrasi yakni kebebasan berpendapat,” ujar mantan aktifis UGM ini kepada beritamanado, Senin (18/7).
Seperti pengakuan seorang mahasiswa yang tidak mau menyebutkan namanya, mengaku dirinya diskor dengan alasan yang tidak jelas. “Waktu itu saya hanya mengkritik rektor bukan menuduh. Tapi saya diskor,” tuturnya. (gn)

kapa ngni p tmn ada b kritik ehh.. b fitnah kong dapa skors??? ngni ley suka dp skors,, karna MALAS KULIAH (atau ngni civitas UnSrat golongan sakit hati.. hhahaahaha,, karna nda dapa jabatan). noh iko jo ngni p tmn sana b finah..
dia ley pake m cuci tangan bilang cma b kritik. bukang cma ba tuduh ngana mr so b fitnah leh.. rasa tuh skors sana
Kasiang… Unsrat… oh Unsrat gimana Nasib kebebasan-Mu?
Reformasi ala Orde Baru terjadi di Unsrat….
Presiden aja di kritik habis2san,, itulah konsekuensi seorang pemimpin…
Par Rektor lupa sejarah Indonesia..apa lagi sejarah Mahasiswa/Kaum Muda sampai2 menskorsing mahasiswanya….
karena demi mempretahankkan posisi dan keinginan menjadi rektor lagi jadi kalau ada kritikan langsung di skors… kasiang kang..,,,
masih ada pertimbangan intelektual lagi atau bagmana itu kang, atau mungkin unsrat memasuki era yang tidak mau dikritik prof.NN??
..Mahasiswa banyak bolosnya,..Rektor rela mempertahankan imagenya demi jadi Rektor lagi ???
kasiang ini Unsrat, depe pimpinan terlalu arogan…
so nimau mo dikritik..
era reformasi begini ko kritikan dijadikan sesuatu yang tabu..
pak rektor seharunya mengskors para dosen2 yang punya jabatan tapi ambil tugs belajar di luar kota.
Ini musti dilapor ke Dirjen Dikti noh. Deng coba adukan ke Pak SHS yang didukung UNSRAT voor moh dapa Profesor.