
Bitung – Warga Kelurahan Tendeki Kecamatan Matuari mempertanyakan pelaksanaan Program Hibah Air Minum Perkotaan.
Program itu ditangani PDAM Duasudara Kota Bitung yang dianggap tidak jelas pelaksanaannya.
“Yang kami pertanyakan realisasinya, mengapa belum juga tersambung. Padahal kami sudah membayar biaya sambungan,” kata salah satu warga Kelurahan Tendeki, Jorry Mudeng, Rabu (12/07/2017).
Padahal kata dia, dua kelurahan lain di yakni Kelurahan Manembo-nembo Tengah dan Manembo-nembo Atas sudah dilaksanakan sedangkan di Kelurahan Tendeki agak terlambat.
“Padahal sama-sama dimulai. Lagipula sumber airnya dari Tendeki,” katanya.
Ia meminta PDAM Duasudara harus bekerja cepat mewujudkan program itu karena berasal dari pusat sehingga harus dikerjakan profesional.
“Jangan berpikir karena ini hibah jadi pengerjaan tidak serius,” katanya.
Direktur Utama PDAM Duasudara Kota Bitung, Raymond Luntungan menyatakan pelaksanaan program itu tidak ada masalah.
“Kalau dibilang lambat, waktu pelaksanaannya memang belum habis. Kamk diberi waktu sampai Bulan September untuk menyelesaikan,” katanya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan program itu dilaksanakan secara bertahap, yang mana tahap pertama untuk 1.125 sambungan, dan tahap kedua 1.000 sambungan.
“Malah pentahapan ini karena pelaksanaan kita dianggap baik. Harusnya kita cuma punya jatah 1.125, tapi ditambah jadi 2.125 sambungan. Itu karena persiapan dan start pelaksanaan kita bagus,” katanya.
Mantan Ketua KNPI Kota Bitung ini juga mengatakan, pemerintah pusat menyiapkan anggaran Rp3.5 miliar untuk pelaksanaan tapi anggaran tersebut nanti turun setelah sambungan terwujud semuanya.
“Untuk 2.125 sambungan yang jadi jatah PDAM Duasudara, dikhususkan untuk calon pelanggan tertentu yakni harus berkategori keluarga kurang mampu atau miskin,” katanya.(abinenobm)
