BITUNG — Realisasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun ini mengalami keterlambatan penyaluran. Pasalnya menurut Kadis Dikpora Kota Bitung Herman Rompis, sejumlah sekolah penerima bantuan tersebut masih keliru dalam menyusun Rencana Anggara Belanja Sekolah (RABS) sehingga harus dilakukan beberapa kali perbaikan.
“Kita memang mengakui jika penyaluran BOS triwulan pertama ini mengalami
keterlambatan karena masalah adminstrasi, mengingat sejumlah sekolah masih keliru dalam penyusunan RABS,” kata Rompis beberapa waktu lalu.
Pun demikian, Rompis mengaku pihaknya sudah menyalurkan 100% anggaran tersebut kepada setiap sekolah penerima, kendati mengalami keterlambatan. Dimana Rompis mangaku pada tanggal 18 Maret lalu seluruh sekolah penerima BOS sudah menerima dan melakukan pencairan tanpa ada masalah.
“Untuk penyaluran berikutnya saya jamin tidak ada lagi masalah dan pasti tepat waktu karena tiap sekolah sudah tahu persis soal penyusunan RABS,” tuturnya.
Lebih lanjut Rompis mengatakan, jumlah BOS yang disalurkan pada tahap pertama ini sebesar Rp3.397.681.250, dengan perincian tingkat SD Rp1.160.781.250, dan tingkat SMP Rp3.397.681.250. (en)
