
- Raski Mokodompit saat Paripurna DPRD Sulut Tadi Siang (foto beritamanado)
MANADO – Rapat Paripurna DPRD Sulut dalam rangka Hari Ulang Tahun Provinsi, Jumat (23/9) belum juga dibuka secara resmi, namun Raski Mokodompit anggota Deprov Dapil Bolmong tiba-tiba melakukan interupsi.
Interupsi yang dilakukan Raski sebelum lagu Indonesia Raya dinyanyikan terkait kehadiran Yasti Soepredjo Mokoagow anggota DPR RI yang dianggapnya provokator.
“Ijin pimpinan, yang terhormat gubernur dan wakil gubernur, saya minta pimpinan rapat mengusir provokator yang hadir disini!,” ujarnya dengan lantang sambil duduk, sementara seluruh peserta sudah dalam posisi berdiri untuk menyanyi.
Yasti yang menjadi sasaran Raski terlihat mengacung-acungkan tangan didepan wajahnya seolah memberikan peringatan tanda kekecewaan.
Ulah Raski diinterupsi James Sumendap yang beranggapan interupsi bukan pada tempatnya. Sementara Eddyson Masengi, ketua Fraksi Partai Golkar tampak mencoba menenangkan anggotanya. Akhirnya Raski tidak melanjutkan interupsinya.
Rapat Paripurna DPRD Sulut dalam rangka HUT Provinsi Sulut ke-47, Jumat (23/9) dihadiri MenPAN, EE Mangindaan, Theo Sambuaga, Lucky Korah, Gubernur dan Wakil Gubernur, anggota DPR RI dari Sulut, para mantan gubernur, para Bupati, para Rektor, 38 anggota Deprov dan undangan lainnya.(jry)

Raski usir Yasti di ruang sidang !!
Yasti teriak Djelantik penipu, dan pembohong, di Pasar/Terminal !!
Terlepas benar atau salah,,, skrg coba jawab mana yg lebih beretika ???
Memang biongo, jadi mo malendong papa deng anak ini plus keluarga, susah jo kalu pake pake budaya ginarum, biar salah mo bela bela, kalu ginarum itu membela yang benar dan melawan yang salah
Hebatttt,, persatuan , kesatuan, dan keutuhan Sulut, yg di dalamnya ada kotamobagu perlu di jaga. Untuk itu, Provokator tdk pantas merayakan HUT Propinsi Sulut. Karna justru bisa merugikan banyak orang. Pantasnya Yasti (provokator) ada di dalam penjara.
Hehehe
hehehehehe…. kualitas menentukan….. heheheh….
Ngga nyambung Bodoooooooooook..
Masalah antara Yasti & Pemkot Kotamobagu, biarkan disana masalahnya, ngana itu anggota dewan Sulut, mewakili masyarakat Bolmong bersatu bukan mewakili pemkot Kotamobagu..
Lagian Konteksnya berbeda, Torang mo rayakan SULUT p ultah, ngana cuma mo cari muka urus itu kasus REMEH TEMEH..