Amurang – Bentuk rasa kebersamaan wartawan yang tergabung dalam Forum Pers Minsel (FPM) secara bersama-sama memikul jempana wartawan senior Alm. Mangatur Pandiangan sampai ke ladang pekuburan, Kelurahan Ranoyapo, Amurang.
Meski terbilang jarang memikul jempana, dikarenakan setiap hari berkutat dengan liputan sampai pada pemberitaan, namun sebagai bentuk penghormatan sekaligus menghormati pengabdian Mangatur Pandiangan yang berdomisili di kelurahan Ranoyapo dan pernah menjadi wartawan Biro Minsel di Harian Metro, sesudah itu cukup lama di Biro Mitra sampai 2 tahun terakhir menderita sakit.
Almarhum Pandiangan menghembuskan nafas terakhir di RSUP Prof. Kandow Malalayang-Manado, Senin 28 September 2015 sekitar pukul 04.20 Wita dalam usianya ke-45 tahun.
“Pandi sapaanya di masa hidupnya dikenal pria yang mudah bergaul dan humoris. Meski begitu dalam pemberitaan cukup kritis,” aku Andre Harits Umboh, salah satu rekan Almarhum yang juga mantan Anggota DPRD Minsel.
Pria berdarah Batak, Sumatera Utara, namun dikenal sebagai sosok pejuang pembentukan Minsel lewat pemberitaan di salah satu koran lokal di Sulut. (sanlylendongan)

