Berita Utama

FISIP Unsrat dan ABPEDNAS Kolaborasi Kawal Pilkades Minahasa Selatan

FISIP Unsrat dan ABPEDNAS Kolaborasi Kawal Pilkades Minahasa Selatan

Penulis: Jenly Wenur | Manado

Sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menaruh perhatian serius pada penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Sebab bagi FISIP Unsrat, Pilkades merupakan salah satu penentu utama berjalannya tata kelola pemerintahan yang baik di desa.

Sayangnya, sejarah mencatat bahwa Pilkades sering kali menjadi kontestasi yang rawan konflik.

Belajar dari pengalaman masa lalu, persoalan kerap muncul baik dari sisi penyelenggara, calon, hingga pemilih.

Tak jarang, perbedaan pemahaman terhadap aturan dan dinamika pemilihan yang tinggi memicu situasi chaos.

Di sinilah pentingnya mitigasi dan sistem peringatan dini agar potensi kericuhan bisa diredam sejak awal.

Untuk itu, guna memastikan proses demokrasi di akar rumput ini berjalan elegan, FISIP Unsrat menggandeng ABPEDNAS (Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional).

Sebagai wadah profesi bagi seluruh anggota BPD di Indonesia, ABPEDNAS menjadi mitra kunci dalam menciptakan dialog yang berkualitas.

Langkah konkret ini akan diwujudkan dalam sebuah forum dialog penting pada Selasa, 5 Mei 2026, bertempat di Aula Pemkab Minahasa Selatan.

Tak tanggung-tanggung, Bupati Minahasa Selatan dijadwalkan hadir langsung bersama perwakilan aparat desa se-kabupaten.

Dr. Welly Waworundeng, M.Si, Koordinator Prodi S2 Ilmu Pemerintahan, mengungkapkan bahwa forum ini akan menghadirkan pakar-pakar mumpuni sebagai pembicara, antara lain:

  • Jacob Hendrik Pattipeilohy, S.H, M.H (Kajati Sulut)
  • Ir. Stevanus BAN Liow, M.A (Ketua Umum ABPEDNAS Sulut)
  • Dr. Ferry Daud Liando (Dekan FISIP Unsrat)

Menariknya, FISIP Unsrat juga akan membentuk Koalisi Mahasiswa Pemantau Pilkades se-Sulut.

Menurut dosen Ilmu Pemerintahan, Gustaf Undap, sesuai arahan Dekan, para mahasiswa ini tidak hanya akan dilepas begitu saja.

Mereka akan dibekali pemahaman mendalam mengenai prosedur dan tahapan Pilkades yang benar.

Peran mahasiswa ini nantinya untuk mengedukasi penyelenggara sekaligus mencatat setiap problematika yang muncul di lapangan.

“Program ini sangat penting juga bagi mahasiswa agar mereka mengetahui dinamika dalam proses pemilihan dan menuangkannya dalam bentuk karya ilmiah sebagai syarat untuk ikut ujian kesarjanaan,” tutupnya.

Dengan demikian, program ini akan menjadi laboratorium hidup bagi mahasiswa agar bisa memadukan antara teori di kelas dan praktik nyata di lapangan.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara