Ratahan – Tak kunjung diperbaiki pemerintah provinsi Sulawesi Utara (Sulut), ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) dan Kabupaten Minahasa tepatnya dari depan Pasar Komoditi Unggulan Ratahan hingga puncak Gunung Potong ramai dengan para penimbun jalan atau lebih populer lagi ‘PU swasta’ isitilah dari para pengguna jalan.
Keberadaan PU swasta yang kesehariannya banyak bersua dengan pengguna jalan ini pun menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Ada yang setuju ada juga yang tidak setuju. Pasalnya, masalah perbaikan infrastruktur berupa jalan sudah tentu menjadi tanggung jawab pemerintah bukan masyarakat.
“Pihak Pemprov Sulut seharunya memperhatikan hal tersebut bukan malah membiarkan adanya aktivitas dari PU swasta. Karena kondisi seperti yang ada di jalur Gunung Potong ini, selain sudah dijadikan objek cari uang oleh sejumlah kelompok, yang paling penting tentu menyangkut keselamatan pengguna jalan. Dengan kondisi yang demikian buruknya, tentu sangat rawan kecelakaan,” ujar Novri Piri.
Dilanjutkan Piri, kehadiran PU swasta tersebut cukup menganggu karena selain melakukan pekerjaan di tengah jalan keberadaan mereka juga kerap menghambat perjalanan pengendara. “Tadi saja karena mereka menimbun dan meminta uang, akhirnya jalanan menjadi macet. Yah tapi mau bagaimana, mau disalhkan mereka tidak mungkin, karena ini semua tanggung jawab emerintah. Jadi seharusnya pemerintah yang patut disalahkan, karena membiarkan jalanan yang rusak,” keluhnya.
“PU swasta ini sangat membantu para pengguna jalan, karena mereka menimbun jalan-jalan yang berlubang, sehingga secara otomatis kendaraan kami (pengguna jalan, red) ketika melewati jalan itu tidak akan terjebak di jalan berlubang lagi, yang membuat kendaraan mereka cepat rusak,” kata Christian, pengguna jalan lainnya. (Rulan Sandag)
