
TOKOH – Prof. Dr. R. Kairupan merupakan salah-satu guru besar di Universitas Sam Ratulangi yang dipercayakan sebagai Pembantu Rektor III bidang kemahasiswaan. Aktivitas kesehariaannya selain pimpinan Unsrat, beliau juga seorang pengajar di Fakultas Kedokteran Unsrat.
Dimintai tanggapan beritamanado mengenai lika-liku aktivitasnya sebagai pimpinan Unsrat, beliau dengan blak-blakan secara langsung to the point mengatakan, “jabatan yang saya emban merupakan anugerah dan kepercayaan yang diberikan Tuhan Yesus Kristus,” tuturnya sambil tersenyum
“Memang jabatan apapun yang kita emban akan memberikan suatu tantangan, tapi saya merasa itu merupakan pelengkap untuk proses pendewasaan bagi saya pribadi sebagai pemimpin, karena seorang pemimpin belum tentu sepenuhnya benar, maka dari itu diperlukan kritikan sebagai bentuk evaluasi,” tambahnya.
Diakhir wawancara singkat tersebut, guru besar yang selalu ramah kepada setiap orang ini, mengatakan, sebenarnya jabatan yang besifat duniawi merupakan sebuah anugerah sang pencipta, maka dari itu harus dijalankan sebagai amanah yang suci, tandasnya. (gn)

Mantap PRIII. Misi dari Anugrah untuk tiap jabatan ialah: pada Kitab Yesaya: ?…Break The Chains of Injustice. Ayo…mari bersama PRIII dan Rektorat Unsrat khususnya Prof Donald Rumokoy selaku rektor: Tegakkan kebenaran, Patahkan Ketidak adilan. Menegakkan kebenaran adalah motivasi utama dibalik penelitian ilmiah…In Search for the truth..Ayo…didik mahasiswa supaya kritis, tidak yes men, tidak terkooptasi oleh kekuasaan dan berani menyatakan pendapat yang rational dan santun (tidak emosional) tanpa rasa takud…iyo toch Prof Kairupan?….Berikan mereka kebebasan tapi Freedom with Responsibility (Kitan Galatia)….Karya karya ilmiah yang briliant dan agung hanya dapat dihasilkan oleh pikiran yang bebas, tidak dikekang, termasuk dikekang oleh kekuasaan…karena…kita semua tau….Power tend to corrupt, absolute power corrupt absolutly…jadi sikap otoriyter adalah sumber dari korupsi….benar nggak?…mari berwacana.