
Minahasa, BeritaManado.com – Suasana haru menyelimuti rumah duka almarhum Briptu Exel Mamuli di Desa Kakas, Kabupaten Minahasa, Kamis (02/07/26).
Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Langie bersama sejumlah Pejabat Utama Polda Sulut datang langsung untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus menguatkan keluarga yang ditinggalkan.
Kehadiran Kapolda di tengah duka keluarga bukan sekadar formalitas seremonial. Ia datang membawa pesan bahwa institusi Polri tidak akan membiarkan keluarga anggotanya berjuang sendiri menghadapi kehilangan, terlebih Briptu Exel Mamuli gugur akibat insiden penembakan yang menimpanya saat bertugas sebagai anggota Polres Bolaang Mongondow Utara (Bolmut).
Dengan nada penuh kehilangan, Kapolda mengenang sosok almarhum sebagai anggota yang berdedikasi tinggi. Menurutnya, rekam jejak Briptu Exel selama berdinas mencerminkan karakter seorang polisi yang layak diteladani.
“Almarhum ini dalam catatan selama berdinas termasuk anggota yang andal, tekun, taat, dan selalu mengikuti perintah sesuai undang-undang. Kami merasa kehilangan salah satu putra terbaik,” ujar Kapolda.
Tak hanya menyampaikan dukungan moril, Kapolda juga memikirkan masa depan keluarga yang ditinggalkan. Ia membuka peluang bagi adik almarhum untuk melanjutkan pengabdian sang kakak di kepolisian, sebuah tawaran yang diharapkan bisa menjadi secercah harapan bagi keluarga di tengah kesedihan mendalam.
“Saya sebagai pimpinan sekaligus bapak bagi anggota, menyarankan agar adiknya dipersiapkan. Kita berdoa supaya adiknya ini bisa menjadi pengganti almarhum di kepolisian,” tambah Kapolda.
Di mata warga Desa Kakas, sosok Briptu Exel Mamuli rupanya juga meninggalkan kesan mendalam. Kapolda menyampaikan apresiasi atas rekam jejak almarhum yang dikenal rendah hati dan memiliki hubungan sosial yang baik dengan masyarakat setempat.
Kehadiran Kapolda Sulut di rumah duka ini menjadi wujud nyata kepedulian institusi Polri terhadap keluarga besar yang mengalami musibah. Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus mendampingi keluarga almarhum dalam menghadapi masa-masa sulit ke depan.
Deidy Wuisan
