
Jakarta – Terkait dengan deadlocknya mediasi PTUN antara Julius Pontoh dan Rektor Unsrat pekan kemarin di kantor PTUN Manado. Siang tadi, Julius Pontoh menyambangi kantor Ombudsmen RI di Jakarta dan langsung diterima oleh Ketua Ombudsmen, Danang Gerindrawarana.
Pertemuan tersebut langsung membicarakan terkait hasil pertemuan Rektor dan Julius Pontoh yang difasilitasi oleh Ketua PTUN yang merujuk pada Pasal 117 UU no 5/1986, hal mana sesuai penyampaian Sekretaris Jenderal Kemendikbud bahwa rektor dapat menempuh alternatif penyelesaian lain sesuai Pasal 117 UU No. 5/ 1986 sehubungan dgn sengketa PTUN antara Julius Pontoh dan Rektor Unsrat atas Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara yg telah berkekuatan hukum tetap.
Terkait hal terebut saat ini Julius Pontoh melaporkan hasil mediasi tersebut ke Ombudsman RI bahwa hasil pertemuan antara Julius Pontoh dan Rektor di PTUN pada selasa,17 April 2012 menyangkut ketentuan Pasal 117 UU no. 5.
“Saya tidak bersedia menerima kompensasi dalam bentuk apapun kecuali meminta kepada Menteri untuk memberikan sanksi hukuman disiplin kepada Rektor Unsrat sesuai PP 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS dan pemberhentian dari jabatan sesuai rekomendasi Ombudsman,” papar Pontoh kepada beritamanado.(*jk)

Mngkin yg diluar unsrat tdk tau ataupun yg didlm unsrat tapi so kse pake kacamata kuda pasti dukung p rektor,
Mar trg ksiank ini mahasiswa yg rasa bgm kepemimpinan rektor unsrat, bg2 bnyk pungli dan pengekangan terhadap organisasi mahasiswa.
“Negara ini merdeka krn melawan”
Maju truz mner en enci.
Skalipun tdk terlihat bnyk mahasiswa yg dukung p ngoni
go to hell julius pontoh…..anda jangan jadi provokator diunsrat….persoalan yang sdh jadul nanti diungkit skarang…sapa yang bayar pa angko…..mungkin tim 100 stow kang wkwkwk. jujur nda mo menang angko cs….ada motif tertentu yg cuma da pake pa angko…..
memang otoriter kwa pimpinan unsrat skrg..
boleh jo ini rektor, kurang sama dengan presiden di negara Komunis ini UNSRAT…
hahaha..
Tau diri dan Rendah Hati adalah jalan keluar terbaik…
apa untungnya mengejar kesalahan orang lain padahal diri sendiri belum merasa pantas untuk dibenarkan……
untuk apa setiap hari minggu kegereja jika hati selalu ingin melihat orang lain jatuh..
“Mengalah itu indah”
GBU all
hahhaha implemntasi akng,., memang susah jo kalo biongo hukum,. beti2 deng ombudsman.,, PASTI nda akan pernah d implmntasi.., unsrat pasti lebe maju kalo itu provokator2 lenyap dri unsrat,.., soalnya trng rakyat sulut so nda prcaya p dorang.,,. rekomendasi cuma ada bayar lei,. noh bkuat jo itu rekom bayaran dri ompudsman.., nda akan prnah menang ngna pontoh., tong bkg gigi jari lei ngna pontoh.. hhahaha
Asal semprot kau julius. Bego benar kau
Mungkin ada yg so menganggap bahwa komisi Ombudsman ini so sama dengan Mahkamah Agung.
Makin jelas kan siapa yang tidak mau berdamai…. Padahal sudah jelas2 Ombudsmen RI telah melakukan kekeliruan dengan mengeluarkan “rekomendasi” hanya berdasarkan keterangan sepihak tanpa meminta konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak Rektor Unsrat padahal Rektor Unsrat telah mengantongi rekomendasi dari Sekjen Kemendikbud untuk menyelesaikan masalah ini berdasarkan Undang-undang. Produk “rekomendasi” Ombudsmen RI seharusnya tidak menabrak Undang-undang yang ada.
Sdh sesuai ktentuan kalau Dr. J. pontoh ke ombudsmen utk menjelaskan bhw telah trjadi jalan buntu pertemuan dengan rektor unsrat dan skaligus mnta lembaga yg terhormat tersebut segra memnta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk segera mngkin mengimplementasi rekom ombudsmen demi unsrat lebih maju dan terpercaya bagi semua rakyat sulut……