Kota Bitung

Polisi Buang Tembakan Usir Warga dari TWA

Warga Batuputih yang mulai membersihkan lokasi TWA (foto ist)
Warga Batuputih yang mulai membersihkan lokasi TWA (foto ist)

Bitung – Sejumlah warga Batuputih kocar-kacir ketika mendengar suara tembakan yang dibuang ratusan anggota Polres Bitung, Selasa (28/1/2014) pagi di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Batuputih. Mereka tidak menyangka jika ratusan anggota Polres yang dikerahkan untuk mengusir mereka dari lokasi TWA akan membuang tembakan ke udara.

“Waktu itu kami tetap bertahan dan tak mau meninggalkan kawasan TWA sebelum proyek pembangunan jalan wisata oleh BKSDA Sulut dihentikan, tiba-tiba bunyi tembakan dan membuat warga panik dan lari berlindung,” kata salah satu warga, Son Kalangi.

Tak hanya membuat panik warga, menurut Kalangi, salah satu warga sempat dilarikan ke RSUD Manembo-nembo karena jatuh pingsan hanya karena kaget mendengar tembakan. “Betul-betul kami kaget dan diluar perkiraan jika polisi akan membuang tembakan,” katanya.

Aksi yang dilakukan ratusan anggota polisi ini berhasil membubarkan warga yang selama ini menduduki kawasan TWA Batuputih sebagai bentuk protes terhadap proyek pembangunan jalan wisata dan patrol. Namun tak semua warga lari ketika mendengar suara tembakan, karena menurut warga lainnya Alfons Wodi, ada juga warga yang tetap bertahan dan memilih melawan ketika akan dikeluarkan paksa dari kawasan TWA.

“Ada yang tetap berdiri menghalangi niat polisi untuk mengusir kami dari TWA kendati dari segi jumlah kami kalah,” kata Wodi.

Wodi menyatakan, kendati BKSDA Sulut menurunkan ratusan anggota polisi untuk mengusir mereka dari kawasan TWA, masyarakat tetap akan bertahan sampai tuntututan mereka dikabulkan. “Kami hanya minta proyek jalan dihentikan karena telah merusak hutan dan mengancam habitat satwa. Selama proyek itu jalan, kami juga akan tetap menduduki TWA Batuputih,” katanya.

Sementara itu Wakapolres Bitung, Kompol Norman Sitindaon yang memimpin langsung pengamanan TWA Batuputih membenarkan jika anggotanya membuang tembakan. Namun tembakan tersebut hanya untuk menakut-nakuti warga agar segera meninggalkan lokasi TWA.

“Ditambah lagi, ketika mediasi suasana sudah memanas sehingga kami membuang tembakan sebagai peringatan,” kata Sitindoan ketika dihubungi sejumlah wartawan.

Sitindoan mengatakan, pihaknya berhasil mengeluarkan warga dari lokasi TWA sesuai dengan permintaan BKSDA Sulut. Dan ia berharap masyarakat tidak kembali menduduki lahan tersebut karena melanggar aturan.

“Kami akan pantau, dan jika warga kembali menduduki TWA tentu kami akan kembali meminta mereka untuk keluar,” katanya.(abinenobm)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara