Kota Manado

Polemik Pembangunan Internasional Siloam Hospital Manado

Polemik Pembangunan Internasional Siloam Hospital Manado
Kepala Bidang UPJK Dinas Kesehatan Kota Manado dr. Alexander Turangan ketika diwawancarai terkait pembangunan rumah sakit bertaraf internasional yaitu Siloam Hospital Manado (foto Beritamanado)

Turangan: Yang Berwenang Untuk Memberi Ijin Itu Adalah Provinsi, Pihaknya Hanya Memberikan Rekomendasi

MANADO – Terkait pembangunan rumah sakit bertaraf internasional di Manado yaitu Siloam Hospital Manado yang dianggap tidak layak oleh Noviati, seorang pakar tata ruang kota yang menyatakan ketika dikorelasikan dengan konsep pembangunan Kota Manado. Rumah sakit yang pembangunannya menggunakan banggunan ex Matahari lama dan masih dalam renofasi,ketika diminta konfirmasi Dinas Kesehatan Kota Manado melalui Kepala Bidang UPJK dr. Alexander Turangan diruang kerjanya Senin, (17/10) mengatakan pihaknya hanya sebatas memberikan rekomendasi.

“Ia tetap ada rekomendasi dari dinas kesehatan, rekomendasi itu berdasarkan permohonan dari pihak Rumah Sakit, kemudian yang berwenang untuk memberi ijin itu adalah Provinsi. Rekomendasi diberikan (dari dinas kesehatan Kota Manado) karena itu (RS) ada di wilayah Manado, otomatis dia harus melengkapi dulu semua persyaratan-persyaratan yang menyangkut tata ruangnya, kemudian Situnya, Siup itu ada di Kota Manado serta IMB. Jadi yang berwenang sebenarnya untuk Ijin (Pembangunan RS) itu ada di Provinsi. Dinas Kesehatan Kota Manado hanya memberikan Rekomendasi tapi kalau layak tidaknya itu (domain) tata ruang mungkin. Karna ada master plan itu kan,” ujar Turangan

Turangan saat dijumpai wartawan Beritamanado bahkan memberikan saran “yang mungkin masalahnya tempat parkir. Tapi kalau dia ambil satu areal sampai disamping Golden saya pikir tidak masalah.”

Ia menegaskan, “Dinas Kesehatan hanya bisa memberikan rekomendasi tapi yang berhak memberikan ijin baik limbahnya itu BPLH. Memang yang banyak terlibat disini adalah Tata Ruang. Sesuai dengan konsep pembangunan rumah sakit sekarang. Dan yang paling penting dia memenuhi syarat tipe Rumah Sakit Internasional.” (jrp)

9 tanggapan untuk “Polemik Pembangunan Internasional Siloam Hospital Manado”

  1. posisi RS memang strategis, tapi tempat pembuangan limbahnya mau dibuang kemana? bahaya kalo semua nda jelas.

  2. Baguslah kalau Rencana Pembangunan Rumah Sakit Siloam sudah ditanggapi dan dilempar ke debat publik. Ini penting, sebagai bagian dari “public decision making Process”. Rencana ini, seperti rencana investasi dan pembanguna proyek lainnya, harus lolos 5 (lima) uji kelayakan: teknis, finansial, ekonomis, sosial, politik dan lingkungan. Yang terachir dilakukan dengan metoda AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).

    Memang, dari segi strategi persaingan regiponal, Manado jangan hanya jadi pusat “perbelanjaan”, tapi juga berusaha menjadi pusat pendidikan reginal yang ‘bermutu’ (quality education) dan ‘pelayanan lkesehatan bermutu’. Banyak orang berduit di Sulut yang haris membuang milayr rupiah untuk pergi berobat di Singapur, yang kwalitas pelayanannnya prima (tapi mahalnya bukan main).

    Dan bagi rekan konsultan Niviati yang pakar dalam tataruang, baguslah komentar anda. Itu penting. Hanya saja, tidak ada propyek yang tidak ada dampak negatif terhadap lingkungan. Makanya, boleh saja Rumah Sakit Siloam ini berlangsung, tapi setelah “jelas” program Mitigasinya….dan saran saya…cegah jangan ada ‘kong kali kong’ antara Konsultan Amdal dengan Pejabat Pemrintan di Badan Lingkungan Hidup yang meloloskan AMDAL karena disogok…harius transparan dsb. Sekian untuk sementara.

  3. Pemkot jangan asal memberikan rekomendasi, tumpang tindihnya pemanfaatan ruang akan mengakibatkan konflik keruangan di kemudian hari, & ini akan membutuhkan cost yang tinggi untuk memperbaiki lagi , baik secara materi, lingkungan maupun sosial..

  4. kalau begitu pemkot jangan asal berikan rekomendasi dong, yang seperti ini akan menjadi konflik ruang di kemudian hari karena terjadi tumpang tindihnya pemanfaatan ruang..

  5. Butul itu Mner. Jusuf….. Tata Ruang ko dianggap sepeleh,,,, itu berarti menyimpan masalah untuk anak cucu kita. yah….. payah ini Pemimpin skarang cuma mementingkan …….

  6. Apakah memang tata ruang Kota Manado sudah ada? Tapi menurut hemat saya ndak apa-apa dengan tidak adanya tata ruang, toh Kota ini adalah Kota Tinutuan, so… utk pembangunannya ndak masalah juga beking sama dengan Tinutuan…samua baku campur.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara