Manado – Terkait para Pegawai Negeri Sipil (PNS) pemerintah Provinsi yang malas masuk kantor atau sering “makan gaji buta” sehingga sejumlah pekerjaan sering menumpuk dan kurang ditindak lanjuti membuat Sekertaris Daerah Provinsi Sulut Ir Siswa Rachmat Modongan menjadi kecewa dan sedih terhadap hal itu.
Diapun menegaskan, kiranya SKPD yang bersangkutan diberikan pembinaan secara berjenjang agar pegawai yang malas tersebut bisa menyadari kelakukannya, termasuk pengangkatan seorang pejabat yang melanggar aturan serta pejabat yang belum mengikuti diklat PIM untuk segera mengikutinya, ujar putra Totabuan ini akhir pekan lalu.
“Saya sedih dan menyesal selaku Ketua Baperjakat, karena merasa kecolongan, dengan masalah kepegawaian ini. Apakah ada unsur pandang enteng atau tidak, silahkan anda menilai sendiri. Karena temuan yang berulang-ulang ini sangat memalukan”, tegasnya. (rizath polii)

Copas komentar berita MegaCorp masuk Bank Sulut:
Sbgai pimpinan Unit kerja merasa keberatan cara Bank Sulut memberikan kredit kepada Pegawai. Bank Sulut malah agresip menawarkan kredit jumlah besar dan jangka waktu lama. Pegawai sering bolos, alasan berbisnis dari modal kredit. Ada teman pimpinan mengeluh, karena gaji habis bayar kredit, sering pungli dilinkungan kantornya.. Gawat..Mohon Bapak Dewan batasi salurkan kredit besar..
Saya baca komentar berita MegaCorp masuk BS, perlu ditelusuri sepak terjang Bank Sulut obral kredit ke PNS. Boleh jadi karena tidak ada gaji yg dibawa pulang karena terpakai bayar kredit mereka siap-diberhentikan.. Gaaawaaatt…