Nasional

PMKRI Adakan Webinar, Rosarita Widiastuti Ajak Genarasi Muda Jadi Konten Kreator

“Kalau kita berbicara tentang jumlah serangan Cyber, maka angka keamanan digital di Indonesia lumayan tinggi, menurut data di tahun 2017 ada 205 juta serangan cyber, lalu di tahun 2018 ada 232,45 juta serangan cyber, di bulan Mei 2019 ada 1,9 juta,” kata Damar Juniarto.

Dari jumlah serangan-serangan cyber yang ada, Damar menuturkan Indonesia sudah menimbulkan kerugian ekonomi yang besar.

“Kita sudah melihat kerugian yang ditimbulkan dari serangan cyber semacam ini, sudah mencapai angka yang cukup tinggi, yaitu 478,8 triliun rupiah,” tuturnya.

Ia pun memprediksi bahwa angka serangan cyber akan terus naik beberapa tahun mendatang sepanjang belum mempersiapkan instrument hukum yang memadai.

“Kalau lihat dari serangan cyber yang terjadi, menunjukkan tendensi angkanya akan terus meningkat sekarang bagaimana kita mencoba untuk mencegah terutama jangan sampai ini semakin merugikan Indonesia,” ungkapnya.

Secara tegas Damar mendorong untuk membuat instrument hukum perlindungan data selain UU ITE yang sudah ada hari ini.

“Kita memerlukan bukan saja UU ITE tetapi juga UU tentang perlindung data dan juga UU keamanan cyber, di dalam UU ITE memang betul ada kejahatan cyber yang dilarang, yang akan ditindak ketika ada orang melakukan pelanggaran, tetapi dia tidak spesifik,” ucapnya.

Untuk perlindungan data, Damar mengajak masyarakat terutama anak-anak muda untuk dapat bekerja sama memelekkan masyarakat agar capat mencegah ancaman-ancaman yang mengganggu keamanan ekonomi digital.

“Kalau kita bisa meliterasi atau memelekkan warga dan anak-anak muda terutama di sini untuk mampu melindung diri dari serangan cyber dengan berbagai pelatihan dan pengetahuan, maka kita akan mampu bisa menahan ancaman-ancaman yang selama ini meengganggu perekonomian digital,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Webinar tersebut menghadirkan narasumber yakni Sekretaris Jendral (Sekjen) Kementerian Kominfo Rosarita Niken Widiastuti, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Komisi 11 Sihar P H Sitorus, pegiat Forum Ekonomi Digital Indonesia Direktur Eksekutif Setneg Damar Juniarto.

Moderator wabinar, Dwi Ivana L Sitohang mengatakan diskusi ini dilaksanakan dalam rangka merespon persoalan ekonomi yang melanda Indonesia di tengah Pandemi Covid-19.

“Dengan demikian membuka mata pada prospek pertumbuhan dan pengembangan ekonomi digital untuk penguatan ekonomi nasional,” singkat Dwi yang juga merupakan Wakil Sekjen pengurus pusat PMKRI.

(***/Rei Rumlus)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara