
Peliput: Jhonli Kaletuang I Manado
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terus memanaskan mesin politiknya menjelang kontestasi mendatang.
Melalui agenda tatap muka bersama kader dari kabupaten/kota di Sulawesi Utara, PSI menegaskan komitmennya untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus memasang target politik yang lebih ambisius.
Kegiatan yang berlangsung penuh semangat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Sulawesi Utara, Tatong Bara.
Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa konsolidasi merupakan fondasi utama yang tidak bisa ditawar bagi seluruh kader, mulai dari tingkat wilayah hingga akar rumput.
“Konsolidasi adalah hal mutlak. Semua kader harus bergerak dalam satu barisan dan satu tujuan,” tegas Tatong di hadapan para peserta.
Menurutnya, kekuatan partai tidak hanya diukur dari popularitas, tetapi dari soliditas struktur dan militansi kader dalam menjalankan kerja-kerja politik.
Dalam kesempatan tersebut, Tatong Bara secara tegas memaparkan sejumlah target strategis PSI di Sulawesi Utara.
Salah satu yang menjadi fokus utama adalah meraih kursi di DPR RI sebuah pencapaian yang dinilai akan menjadi tonggak penting bagi eksistensi PSI di tingkat nasional.
“Kita menargetkan minimal satu anggota DPR RI dari Sulawesi Utara,” ujarnya optimistis.
Tak hanya itu, PSI juga membidik peningkatan signifikan perolehan kursi di DPRD Provinsi Sulawesi Utara.
Target tersebut diarahkan agar PSI mampu membentuk satu fraksi utuh di tingkat provinsi, yang dinilai krusial untuk memperkuat peran politik dan fungsi legislasi partai.
Hal serupa juga diturunkan hingga ke tingkat kabupaten dan kota.
Tatong Bara menegaskan bahwa setiap daerah harus bekerja maksimal demi mewujudkan terbentuknya fraksi PSI di DPRD masing-masing.
“Kita ingin ada satu fraksi di DPRD Provinsi, dan juga fraksi di kabupaten/kota. Ini target yang harus kita capai bersama,” tambahnya.
Ia pun mengingatkan bahwa target besar tersebut hanya dapat diwujudkan melalui kerja kolektif yang terukur, disiplin organisasi, serta kedekatan kader dengan masyarakat.
