
Manado – Terkait alokasi anggaran sebesar 1 miliar rupiah dalam APBD Kota Manado tahun 2014 yang tertata dalam RKA Dinas Kesehatan untuk PMI Manado menuai sorotan. Pasalnya, enam ratus juta lebih dipakai untuk program jalan-jalan keluar daerah hingga luar negeri dan sisanya untuk perlengkapan kantor.
“Satu miliar angka yang besar untuk sebuah organisasi. Jika hanya dipakai untuk jalan-jalan dan perlengkapan alat tulis menulis sekretariat, ini sangat disayangkan. Seharusnya, PMI Manado menyusun program kemanusiaan, sebagaimana tujuan organisasi tersebut,” ujar Terry Umboh, pemerhati Kota Manado.
Peryataan tegas juga dikatakan Tommy Turangan, ketua Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMPTI). Menurutnya, PMI seharusnya labih mementingkan program kemanusiaan, ketimbang program menghambur-hamburkan uang rakyat.
“Wah, kalau anggaran tersebut diambil dari APBD, berarti itu uang rakyat. Masih banyak program yang selayaknya dilakukan PMI seperti menyediakan kantung darah gratis bagi masyarakat. Karena sejauh ini, untuk mengambil darah dikenakan biaya. Jika anggaran itu dipakai untuk jalan-jalan dan keperluan kantor, itu sama namanya memanfaatkan uang rakyat untuk hal-hal yang tidak jelas. Disarankan agar pemerintah meninjau kembali pembiayaan program dari PMI tersebut,” tegas Turangan. (Leriando Kambey)

PMI Kota Manado tidak menghambur2kan, banyak kegiatan yg telah di lakukan, mulai dari kesiapsiagaan bencana sampai dengan tanggap darurat bencana, promosi kesehatan, pengembangan kapasitas organisasi dan relawan, semua mempunyai biaya, PMI Manado tidak mengurus darah… Kalau ingin cari tahu PMI kota Manado mari datang ke markas PMI kota Manado di jln Samratulangi…