
Manado – Krisis listrik yang berkepanjangan di Sulut lebih disebabkan kerusakan alat pembangkit listrik serta factor alam, hal tersebut menyebabkan PLN mengalami Defisit listrik sebesar 45 Megawatt. Hal tersebut terungkap saat 7 Manajer PLN Wilayah Suluttenggo yang mewakili GM PLN menerima sejumlah petinggi DPD KNPI Sulut saat menggelar unjuk rasa, siang tadi.
“Sulut mengalami krisis sebesar 45 Megawatt, saat ini status Sulut Darurat Listrik. PLN sendiri telah mengupayakan menyewa alat guna menyuplai 20 Megawatt, namun masih dalam tahap konsultasi dengan pihak Kejaksaan Tinggi guna keamanan administrasi hukumnya,” ujar Ketua DPD KNPI Sulut, Jackson Kumaat saat membacakan hasil pertemuan dengan manajemen PLN Suluttenggo.
Kumaat sendiri yang didampingi, Manajer bidang pembangkit PLN Suluttenggo, M.Marbun. Menegaskan komitmen PLN dalam mengatasi litrik akan dibuktikan beberapa waktu kedepan, untuknya KNPI siap mengawal janji PLN. “Kita berikan kesempatan kepada PLN untuk mengatasi listrik, katanya pertanggal 01 November 2014. Pemadaman listrik di Sulut akan berakhir. Kalau janji tersebut dilanggar maka KNPI Sulut akan bertindak lebih jauh, guna memperjuangkan suara rakyat,” tegas Kumaat. (risat/tr-01)

lapor KPK https://kws.kpk.go.id/
sy seorng ibu rumah tangga merasa heran dgn pemadaman listrik oleh PLN di Manado/Sulut mengapa hanya di wilayah2 tertentu saja ? sementara di wilayah Bumber, Sario dan Kleak tidak pernah ada pemadaman listrik ! pemadaman listrik di pemukiman kami juga diikuti dgn pemadaman PDAM dgn alasan listrik padam ! sehingga untuk kebutuhan air terpaksa kami membeli air dari mobil tangki. Kemudian kalau memang kekurangan pasokan listrik bagaimana dengan bangunan baru yang terus bermunculan di Kota Manado spt Hotel, Pertokoan dan Mall, dari mana pasokan listriknya ? jangan karena mereka “bayar besar” baru kita dirugikan harus menanggung “giliran pemadaman listrik” oleh PLN ! KAMI MENDUKUNG GERAKAN KNPI DAN SELURUH ELEMEN MASY LAINNYA UNTUK TERUS MENYIKAPI KINERJA PLN DAN KAMI JUGA MENGHARAPKAN PIHAK PENEGAK HUKUM BERSAMA BPK SUDAH SAATNYA UNTUK TURUN TANGAN. Terima kasih. GBU
Di daerah Tuminting juga sekarang ini ada pemadaman tanggal 1 november 2014 mulai pukul 20.15 entah sampai kapan. Memang cuman asal janji saja oleh PLN. Yah setidaknya pimpinan PLN sulutenggo sekarang sudah bisa diganti (juga menagih janjinya PLN)…
hari ini pertanggal 1 november 2014, msh terjadi pemadaman di malalayang 2.. lebih parah lagi, baru tadi malam sekitar pukul 20.00 s/d 22.30 terjadi pemadaman. kalau mau pemadaman lebih baik sosialisasi dulu, banyak elektronik yang rusak. yang kedua, pemadaman pertama dan kedua sebaiknya dengan jarak waktu yang lebih panjang, karena banyak sekali makanan yang busuk di kulkas. mohon aspirasi saya boleh dipertimbangkan. terima kasih
haaa..kemarin pasang baru…saya dipasangi yg sesuai saya mau….Saya tanya ke perugas :kog bisa???…Jawab mereka: sedangkan bos2 mancari, kong torang tare…Dorang duduk2 dapa banyak, torang di lapangan kurang ja telan gidi@, itu dulu2…skarang guru kincing berdiri, di lapangan pici ley..hiii
PLN oh PLN. Terlalu banyak alasan dan nol kerja. Entah itu alasan pohon tumbang/angin kencang/hujan deras/dll itu tetap adalah masalah PLN, bukan masalah pelanggan. Pelanggan tidak perlu tahu dan PLN-lah yang harus bertanggung jawab atas kewajiban untuk memberikan aliran listrik 24 jam kepada pelanggan. Yang saya perhatikan: Ketika ada faktor alam (menurut alasan PLN), PLN seakan-akan memberitahukan kepada pelanggan2 bahwa ini tanggungan kita bersama (perusahaan & customer), jadi kita harus bersama2 “menikmati” pemadaman tersebut. Tetapi ketika pelanggan anda terlambat membayar X hari, PLN langsung berubah ke “corporate mode” dan beralasan: ini sudah menjadi sistem kami, kami tidak bisa berbuat apa2, ini kesalahan anda bukan perusahaan, dll dan langsung mencabut meter pelanggan.
Hal-hal demikian yang sangat mengganggu kami sebagai konsumen PLN. PLN seperti bermuka dua dan sangat munafik dalam hal operasional dan sangat tidak profesional. Apakah kami pelanggan membayar anda dengan uang mainan? Jika anda perlu membayar solar untuk pengganti PLT-X yang rusak, silahkan gunakan uang yang kami bayarkan & juga ada subsidi pemerintah. Jika ada pelanggan2 yang belum membayar X rupiah (menurut PLN mencapai 32 milyar), itu juga bukan tanggung jawab kami sebagai pelanggan. Mengapa anda menggerutu kepada wakil2 rakyat tentang tunggakan2 tersebut? Itu hanya menjadi bukti bahwa PLN tidak profesional dalam mengelolah keuangan. Silahkan ganti manajemen/tim penagihan anda. Sekali lagi, hal-hal tersebut adalah tanggung jawab PLN semata.
PLN ….ngak usah byk Alasan. Inti PLN itu menyediakan Listrik urusan kekurangan kerusakan travo itu masyarakat ngak mau pusing…..jgn dibawa bawa dlm urusan Listrik. TERBUKA untuk PLS Swasta untuk masuk kesulut. Bubar jo tu PLN….
Kalau RI memang serius dengan development di Indonesia Timur sudah saatnya pembangunan LISTRIK itu di prioritaskan.
Penambahan pembangkit dan jaringan harus secepatnya.
.
Pemerintah tidak sadar, bahwa dengan dibiarkannya cara instant diatas malah akan membuat kita semakin tertinggal dan sulit menutupi kebutuhan karna pembangunan infrastruktur lain yg notabene membutuhkan listrik begitu exponential sedangkan LISTRIK cenderung flat!
.
Harus ada keberanian dari pemda untuk menggebrak pusat supaya lebih memperhatikan masalah listrik SULUTENGO.
Ataupun kalau mau lebih extrem lagi lakukan seperti KALTIM yang menambah biaya pembangunan pembangkit dari APBDnya dan tidak mau tergantung sepenuhnya dari pusat yang penempatan proyeknya masih terbiasa dengan KKN.
Setahu saya, dan kalau tidak salah ada dua daerah yg punya otoritas listrik yaitu BATAM dan Tarakan. Bisa saja Sulutengo seperti itu, dan ini di mungkinkan dengan adanya resources gas yang memadai di Sulteng. Kenapa tidak?
.
Sekali lagi, kalau jalan itu kita sebut urat nadi, listrik itu sarafnya..
Jadi kami harapkan pemda lebih serius menempatkan masalah listrik ini sebagai hal yang prioritas dalam pembangunan Sulut.
.
Kerja…kerja…kerja :)
Teringat pembahasan kita 3 tahun lalu di beritamanado.com:
.
http://beritamanado.com/sarundajang-sulut-sudah-bebas-pemadaman/comment-page-1/#comments
.
Semua KISRUH listrik di tanah tercinta SULUT tidak lepas dari kurangnya perencanaan PEMDA!
.
PEMDA dan ahli2 pembangunan-nya seolah2 lupa atau pongoh, sebadiang akang tu masalah LISTRIK dari dulu..
.
bagi PLN masalah ini claasic, nationwide.
Kalau SULUT mau mandiri dan terdepan, PEMDA harus lebih jeli lagi dengan perencanaan pembangunan.
.
ELECTRICITY sama ppentingnya dengan infrastructure yang lainnya. Bahkan di negara berkembang lain, ada begitu banyak investor yang tertarik membangun manufacture tertentu karena ada kecukupan listrik walaupun jalannya masih tanah!
.
Ada saja jalan keluarnya kalau mau diseriusi masalah listrik kita di Sulut. Dan sekali lagi peran pemda adalah sangat penting.
Kan sekarang sudah ada listrik pintar.. jadi masyarakat kebanyakan sudah bijak dalam pemakaian listrik… bukan meteran listrik dulu yg bisa dipakai sesuka hati…
Buat yang comment di atas.. PLN jgn trs di salahkan coba kita kembali melihat ke diri kita masing2.. apakah kita sdh bisa berhemat energi listrik?? Krn energi walaupun banyak tetapi klo di pakai dgn tidak bijak pasti akan habis juga.. itupun yg kerja di PLN khususnya yg di bagian pembangkitan mereka meninggalkan anak.. istri.. dan keluarga hanya utk menjaga agar masyarakat dpt menikmati listrik.. nah skrg PLN berupaya dgn menyewa genset utk memenuhi kebutuhan listrik tp terhambat birokrasi.. sbg masyarakat yg peduli marilah kita bantu PLN meminta kpd pemerintah utk segera merealisasikan rencana itu.. jg nnti di berikan ‘Jatah’ baru mau setuju.. jd jgn PLN yg selalu di kambing hitamkan… jd mulai skrg marilah kita berhemat dg menggunakan energi listrik dg bijak.. jdn cma bisanya berkoar-koar tdk jelas…
Kan sekarang sudah ada listrik pintar.. jadi masyarakat kebanyakan sudah bijak dalam pemakaian listrik… bukan meteran listrik dulu yg bisa dipakai sesuka hati…
Siapa lagi yang akan dikambinghitamkan bro…???
PLN dalam hal Listrik memang adalah si Kambing Hitamnya bukan dikambinghitamkan…
heheheheheh…
coba saja bro Lucky seven pergi bengkel dan motor anda gak dikerjakan dengan alasan kunci inggris tercecer atau montir lagi mudik… pasti jengkel dan berkata…’itu bukan urusan saya pak…anda pemilik bengkel ini..’
atau anda masuk restoran memesan ayam goreng…sudah nunggu satu jam belum keluar tuh pesanan…lantas pemilik restoran berkata…’maaf pak, soalnya ayamnya lepas dari kandang dan sedang ditangkap..’ hahahahaha…
dengan adanya desakan dan tuntutan masyarakat…PLN harus berbenah diri…mulai dari mengganti Pejabat dan Staf yang cuma mau terima gaji besar tapi gak becus kerja…sampai mengganti alat2 yang sudah rongsokan…
dari mana dananya…??? pokoke kita pelanggan tahunya listrik hidup…setiap bulan kita bayar…bapak2 di PLN yang harus mikiiir…mikiir…
Soal hemat listrik…kita tak ngerti bagaimana konsep hemat listrik yang dimaksudkan PLN…tahunya kita kalau pakai listrik banyak…bayarnya juga banyak…dan yang bikin bingung ketika ada anjuran hemat listrik….PLN mengeluarkan iklan ‘Tambah Daya Murah’…dan ‘Pasang Baru Murah Meriah..’
Janji-jani dan kenerja PLN yang tidak dapt dipercaya..
sejak awal tahun 2014 ini ada-ada saja alasan PLN terus menerus adakan pemadaman Listrik di sulawesi utara. Masih di ingatan kita saat adanya pemadaman bergilir menjelang siaran sepak bola piala dunia PLN berjanji tidak akan ada lagi pemadaman mulai pergelaran piala dunia… nyatanya janji tinggal janji pemadaman terus berlanjut… selanjutnya PLN berjanji pemadaman hanya sampai dengan 3o september.. eee..e.. ternyata masyarakat kita tetap dibohongi pemadaman tetap berlanjut… hingga PLN beralasan banyaknya pohon-pohon yang menganggu kabel atau tiang listrik dan PLN mengusulkan agar ada perda Pohon.. ini alasan ada-ada saja alias dibuat-buat… Kini setelah didesak oleh masa yang berdemo GM-nya tidak ada… dan PLN lagi berdalih bahwa PLN/ Kebutuhan listrik SULUT mengalami devisit dan nanti mulai 1 November listrik akan normal, akankah..??… Apakah ini alasan yang bisa diterima..?? padahal sumber-sumber daya energi du sulut terus bertambah… dimana kerja PLN..?? ingat kini kita akan memasuki musim penghujan.. sudah dapat di duga PLN kan lagi menjadikan alasan bahwa pemadaman akan terjadi karena faktor cuaca.. nanti kita lihat saja…
PLN tolong jangan cuma kejar profit/ keuantungan semata dan tanpa memperhatikan kerugian-kerugian di masyarakat sebagai akibat pemadaman listrik/ kenerja PLN yang tidak maksimal…