
Minut, BeritaManado.com – Debat publik Calon Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Utara (Minut) tahap pertama, Kamis (12/11/2020) lalu, masih menyisahkan sejumlah evaluasi bagi penyelenggara, dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Salah satu hal yang dikeluhkan yaitu penggunaan ruang debat yang terlalu kecil.
Diketahui, lokasi debat yaitu di salah satu ruang rapat Hotel Sutanraja Maumbi, Minut.
Ukuran ruangan yang terlampau kecil membuat ruangan tersebut hanya cukup dipenuhi oleh penyelenggara, pasangan calon dan Ketua tim pemenangan, kru televisi dan radio.
Tak terkecuali, para anggota DPRD Minut dan awak media juga tidak diizinkan masuk.
Akibatnya, terjadi penumpukan massa di area luar ruangan.
Hal ini membuat Ketua Fraksi Partai Golkar Minut Edwin Nelwan kecewa.
Ia berpendapat, seharusnya KPU memanfaatkan ruangan yang lebih besar di hotel tersebut.
Kepada BeritaManado.com, Edwin mempertanyakan alasan KPU Minut hanya menggunakan ruangan kecil dan sangat membatasi jumlah tamu undangan.
“Karena anggaran yang diplot untuk KPU Minut sangat besar. Dalam kondisi covid pun ada ruangan yang bisa dipakai untuk menampung lebih banyak orang sesuai standar covid,” ujar Edwin, Selasa (17/11/2020).
Ketua Komisi I DPRD Minut sekaligus anggota Badan Anggaran ini menilai, KPU Minut seharusnya tidak melakukan penghematan anggaran seperti ini dengan alasan COVID-19.
“Bukankah dengan covid begini, banyak kegiatan dipangkas, artinya banyak biaya yang tidak dimanfaatkan. Kenapa KPU pakai ruangan kecil lalu penuh dengan kru TV? Cari ruangan yang besar tapi kita tetap ikut protokol kesehatan. Kalau begini, bukan karena covid tapi penghematan biaya entah untuk apa,” katanya.
Lanjut Edwin, pada debat publik, berikutnya, 30 anggota DPRD Minut wajib hadir.
“Harusnya 30 anggota DPRD Minut wajib hadir sebagai representasi masyarakat dan melaksanakan fungsi pengawasan. Ruangan sangat tidak memadai. Dan kami akan melihat kembali hitungan penyerapan anggaran KPU Minut,” tutup Edwin.
Diketahui, debat publik putaran II untuk Pilbup Minut akan digelar Rabu (18/11/2020).
(Finda Muhtar)
