
Tombulu, BeritaManado.com – Umat Kristiani telah memasuki minggu sengsara terakhir. Diharapkan melalui peringatan minggu sengsara umat Tuhan mengontrol emosi dan keinginan, sebaliknya meningkatkan persekutuan ibadah.
Demikian khotbah Pdt. Hana Ireine Tamunu STh, ketika memimpin ibadah Minggu (14/4/2019) pagi GMIM Alfa-Omega Rumengkor yang mengambil pembacaan alkitab, Yohanes 18: 38b – 19: 16a, “Yesus dihukum mati”.
“Persiapkan diri masuk Jumat Agung untuk mengikuti perjamuan kudus. Persiapan mengikuti perjamuan kudus biasanya dilakukan di ibadah minggu terakhir sebelum Jumat Agung. Namun jemaat GMIM menyambut perjamuan kudus di Jumat Agung sudah mempersiapkan diri sejak enam minggu sengsara,” terang Pendeta Hana.
Lanjut Pendeta Hana, menghadapi pesta demokrasi Pemilu 17 April 2019 untuk memilih Capres Cawapres dan Calon Legislatif, umat percaya berdoa sebelum mengambil keputusan memilih.
“Minta hikmat dan kebijaksanaan Tuhan sehingga umatNya bisa mengambil keputusan terbaik di bilik suara,” jelas Pendeta Hana.
Menurut Pendeta Hana, pembacaan alkitab menceritakan Pilatus tidak dapat memimpin peradilan dengan baik, tidak fokus pada masalah. Takut mengambil keputusan benar dan membuang kebenaran demi mengangkat derajat diri sendiri.
Janji kebenaran dan keadilan diingkari oleh Pilatus. Hanya Yesus yang konsisten merealisasikan janjiNya melalui kematian di kayu salib, dibangkitkan dan naik ke Surga.
“Mari persiapkan diri menghadapi Pemilu 17 April 2019. Kita dihadapkan pada pilihan berbeda. Namun pada Jumat Agung kita disatukan dalam kasih Yesus Kristus menyambut Paskah sebagai tanda kemenangan,” pungkas Pendeta Hana.
Ibadah dihadiri ketua BPMJ Pdt. Welly Pudihang STh, Pdt. Veronika Sendow STeol, guru agama Fenny Mamuaja, sekretaris jemaat Pnt. Drs. Dolvie Palit, bendahara Sym. Dra. Meiske Pangemanan, Caleg DPRD Minahasa Jeane Sherly Merung dan ratusan jemaat.
(JerryPalohoon)
