
BITUNG—Jeritan masyarakat Kota Bitung soal kebijakan pemerintah pusat untuk memaksakan konversi BBM jenis minyak tanah (MT) ke bahan bakar gas rupanya didengar. Buktinya, pihak Pertamina mengurungkan niat untuk menarik MT bersubsidi yang ada di wilayah Sulut, termasuk juga Kota Bitung hingga tahun depan.
Hal ini disampaikan Sekkot Bitung, Edison Humiang Jumat (18/11) kepada sejumlah wartawan soal penundaan penarikan MT bersubsidi di Kota Bitung dan wilayah Sulut lainnya.
“Jadi sesuai dengan surat dari Pertamina nomor 1092/F37200/2011-S3 tanggal 11 November tentang panangguhan program konversi MT subsidi ke LPG 3 kg maka penarikan MT ditunda hingga tahun depan,” kata Humiang.
Menurut Humiang surat ini sendiri dikeluarkan kantor unit pemasaran VII Pertamina Makassar yang menjawab surat wakil gubernur Sulut nomor 541/2901/Sekr-Ro Ekon tanggal 31 Oktober perihal permohonan penundaan penarikan BBM MT bersubsidi. Dimana jawaban surat tersebut diteruskan ke pihaknya lewat fax tertanggal 14 November untuk diteruskan ke masyarakat Kota Bitung.
“Dalam surat tersebut pihak Pertamina mengatakan akan menghentikan penarikan MT bersubsidi mulai dari tanggal 14 November 2011 sesuai dengan volume terakhir yakni 40% hingga 80%. Dan penarikan akan kembali dilanjutkan tanggal 1 Februari 2012 nanti,” katanya.
Alasan pihak Pertamina melakukan penagguhan penarikan MT bersubsidi menurut Humiang, karena menghindari adanya dua produk bersubsidi beredar di tengah masyarakat. “Karena gas EPG 3 kg juga merupakan program bersubsidi sama dengan MT maka pihak pertamina menjaga jangan sampai program tersebut saling tumpang tindih,” ujar Humiang.
Lebih lanjut Humiang meminta agar pihak pangkalan kembali mendistribusikan MT kepada masyarakat seperti biasa. Karena program penarikan MT bersubsidi ditunda hingga tahun depan dan masyarakat diminta untuk melakukan pengawasan serta melaporkan jika ada pangkalan yang belum melakukan penyaluran.(en)
