Berita Utama

Persepakbolaan China Kejar Target, Ingin Jadi Kekuatan Elite Dunia 2050

Salah satunya tercermin dari sikap China dalam menghadapi perang tarif dengan AS.

China menyatakan siap bertarung hingga akhir, seraya menyebut mereka memiliki kemampuan serta kepercayaan diri untuk mengatasi berbagai risiko dan tantangan.

China, yang merupakan perekonomian terbesar kedua dunia, memiliki kemampuan dan sumber daya yang lebih dari cukup untuk mendukung agenda reformasi sepak bolanya.

Pemerintah pusat China memberikan dukungan kuat pada agenda reformasi sepak bola itu, terutama secara finansial.

Salah satu agenda reformasi sepak bola komprehensif China adalah membangun antara 16 sampai 18 kota sepak bola dalam kurun lima tahun dari 2021 hingga 2025.

Kota-kota sepak bola itu akan memiliki sedikitnya dua klub profesional, satu pusat pelatihan tingkat nasional untuk remaja atau usia muda, dan sejumlah pusat pelatihan setempat.

Separuh pelajar di kota-kota tersebut harus terlibat dalam sepak bola, dan harus ada sedikitnya satu lapangan sepak bola untuk setiap 10.000 orang.

Menurut dokumen resmi yang diterbitkan oleh NDRC, sebagaimana telah diumumkan bersama oleh Administrasi Umum Olahraga China dan Asosiasi Sepak Bola China (Chinese Football Association/CFA) pada Juli 2019, pemerintah pusat akan memberikan subsidi pada lapangan-lapangan sepak bola yang baru dibangun.

Lapangan sepak bola untuk 11 lawan 11 masing-masing akan disubsidi sebesar 2 juta yuan (1 yuan = Rp2.271).

Per 2020, China dilaporkan telah membangun lebih dari 27.000 lapangan sepak bola, melampaui target awal.

Dukungan pemerintah pusat itu termasuk dalam penegakan hukum.

Pada September 2023, Kejaksaan Rakyat Provinsi Hubei menyatakan bahwa Chen Xuyuan, mantan presiden CFA, dituntut karena menerima suap.

Kemudian, pada 11 Desember 2024, sebuah pengadilan di Provinsi Hubei memvonis Liu Yi, mantan sekretaris jenderal CFA, bersalah dalam kasus suap dan menjatuhkan hukuman penjara selama 11 tahun.

Penuntutan dan vonis itu merupakan bagian dari upaya memberantas korupsi di persepakbolaan China.

Seperti halnya sepak bola sebagai permainan tim, dibutuhkan kerja sama yang lebih kompak dari seluruh pemangku kepentingan di China untuk mewujudkan target puncak dari reformasi sepak bolanya dalam 25 tahun ke depan.

(Sumber: Xinhua)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara