Pemprov Sulut

Peringati HAN 2026, Gubernur Yulius Selvanus Ajak Semua Pihak Perkuat Perlindungan Anak

Peringati HAN 2026, Gubernur Yulius Selvanus Ajak Semua Pihak Perkuat Perlindungan Anak
Kasih sayang dimulai dari perhatian. Gubernur Sulut Yulius Selvanus bersama istri dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay bersama istri menyapa anak-anak usai Apel Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026 di Kantor Gubernur Sulawesi Utara. Wujud komitmen membangun Sulut yang semakin ramah anak

Penulis: Tim Redaksi

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) memanfaatkan momentum peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 untuk menegaskan komitmen memperkuat perlindungan anak, termasuk menciptakan ruang digital yang aman dan ramah bagi generasi muda.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus saat menjadi Pembina Upacara peringatan Hari Anak Nasional di Lapangan Kantor Gubernur Sulut, Senin (3/8/2026).

ADVERTISEMENT

Peringatan HAN tahun ini mengusung tema ‘Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan’. Pada kesempatan itu, Gubernur Yulius membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauziyah.

Dalam sambutannya, Gubernur Yulius menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak untuk hidup, tumbuh dan berkembang, menyampaikan pendapat, berpartisipasi, serta memperoleh perlindungan dari segala bentuk kekerasan maupun diskriminasi.

“Perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Keluarga, sekolah, dan masyarakat harus berkolaborasi menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak,” ujar Yulius.

Ia menambahkan, tantangan perlindungan anak saat ini tidak hanya terjadi di lingkungan keluarga maupun sekolah, tetapi juga di ruang digital yang semakin akrab dengan kehidupan anak-anak.

Karena itu, Gubernur Yulius mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung Gerakan BERLIAN (Bersama Lindungi Anak) sebagai upaya memperkuat perlindungan anak melalui pencegahan kekerasan, pemenuhan hak-hak anak, penguatan peran keluarga, hingga menghadirkan ruang digital yang aman dan ramah anak.

Menurutnya, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk memastikan setiap anak di Sulawesi Utara dapat tumbuh, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik.