Kota Manado

Peringati 108 Tahun PIKAT, Diskusi Bersama Hadirkan Ide  Baru Digelar

Peringati 108 Tahun PIKAT, Diskusi Bersama Hadirkan Ide  Baru Digelar
Perwakilan jurnalis menerima buku dari Ketua Umum PIKAT

Manado, BeritaManado.com — Salah satu rangkaian dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-108 Perkumpulan Percintaan Ibu Kepada Anak Temurunannya (PIKAT), yaitu pelaksanaan diskusi kelompok terfokus atau Focus Group Discussion (FGD).

Diskusi bertemakan perjuangan hak asasi dan emansipasi perempuan ini digelar pada Selasa (15/7/2025) di Gedung Asrama Puteri PIKAT, Jalan Sam Ratulangi No. 89, Manado.

Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa Maria Walanda Maramis, salah satu Pahlawan Nasional yang juga pendiri PIKAT pada 8 Juli 1917.

Perjuangannya dalam mengangkat derajat perempuan di bidang pendidikan dan politik melalui media massa menjadi inspirasi utama dalam pelaksanaan FGD ini.

Para pemantik yang dihadirkanpun ahli pada bidangnya sehingga dapat menambah wawasan, ilmu dan pemahaman baru tentang perjuangan Maria Walanda Maramis, yakni Gifliyani Krisna Nayoan MTh, Prof Dr Kamajaya Al Katuuk MS, Dr Ivan RB Kaunang dan Boaz Wilar.

Panitia pelaksana menyampaikan harapan besar agar para jurnalis perempuan, baik dari media cetak maupun elektronik, dapat berkontribusi dalam diskusi yang membahas dampak serta tantangan perjuangan hak perempuan masa kini.

FGD ini juga bertujuan untuk menggali pemikiran-pemikiran baru mengenai peran PIKAT ke depan, sejalan dengan semangat perjuangan Maria yang dulu menyuarakan ide-idenya melalui surat kabar dan majalah.

Ivan Kaunang dalam bukunya Maria Walanda Maramis “Jangan Lupakan Anak Bungsuku, PIKAT” dengan jelas menulis siapa Maria Walanda Maramis sebenarnya.

“Di zaman Maria Walanda waktu itu perempuan tidak punya hak untuk dapat pendidikan di sekolah. Maria memikirkan 2 anaknya yang perempuan. Akhirnya di sekolah yang didirikan Maria, perempuan kemudian mendapatkan pendidikan, termasuk yang kini kita sebut table manner. Maria itu berpikir jauh ke depan dan manfaatnya kita rasakan sekarang ini,” kata Ivan.

Sementara, bagi Prof Al-Katuuk, Maria Maramis adalah perempuan yang penuh inspirasi, tidak hanya bagi perempuan tapi bagi semua.

“Maria Walanda Maramis selalu punya solusi untuk hal apapun,” kata Prof Al-Katuuk.

FGD berlangsung seru karena banyaknya saran, usul dan harapan untuk PIKAT ke depan, termasuk bagaimana nanti PIKAT bertransformasi dengan hadir di tengah generasi yang lebih muda.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan buku dan foto bersama, baik pengurus PIKAT dengan para pemantik maupun seluruh peserta FGD.

(srisurya)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara