Namun tanpa SDM yang adaptif terhadap pasar global, peluang itu bisa berpindah ke daerah lain.
Kursus bahasa Mandarin gratis yang digelar PERDUWISINDO Sulut menjadi sinyal kuat bahwa pelaku industri tidak tinggal diam.
Mereka membaca kebutuhan pasar dan bergerak cepat.
Jika konsisten, langkah ini berpotensi memperkuat citra Sulut sebagai destinasi ramah turis dari China sekaligus meningkatkan profesionalisme pemandu wisata lokal.
Pada akhirnya, keberhasilan pariwisata bukan hanya soal keindahan alam, tetapi juga kualitas komunikasi.
Dan melalui kursus bahasa Mandarin ini, PERDUWISINDO Sulut sedang menyiapkan fondasi penting bagi masa depan turis dari China di Bumi Nyiur Melambai.
(Jenly Wenur)
