Kota Manado

Bersejarah, PERDUWISINDO Sulut Siapkan SDM Sambut Turis China

Ketua PERDUWISINDO Sulut, Gina Anggriani, memimpin kursus bahasa Mandarin gratis untuk meningkatkan kesiapan pemandu wisata menyambut turis dari China.
Ketua PERDUWISINDO Sulut, Gina Anggriani, memimpin kursus bahasa Mandarin gratis untuk meningkatkan kesiapan pemandu wisata menyambut turis dari China.

Langkah tak biasa dilakukan PERDUWISINDO Sulut dengan menggelar kursus bahasa Mandarin gratis demi menjawab lonjakan turis dari China ke Sulawesi Utara. Program ini langsung menyasar peningkatan kompetensi pemandu wisata di tengah persaingan destinasi regional yang kian ketat.

Inisiatif ini bukan sekadar pelatihan bahasa. Ini strategi membaca arah pasar.

Ketua Perkumpulan Pemandu Wisata Indonesia (PERDUWISINDO) Provinsi Sulawesi Utara, Gina Anggriani, memimpin langsung para anggotanya mengikuti kursus yang diikuti peserta lintas usia.

Dua pengajar atau Laoshi didatangkan langsung dari China untuk memastikan kualitas materi dan pelafalan.

Kegiatan ini difasilitasi Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Provinsi Sulawesi Utara, Johnny Lieke, yang berkolaborasi dengan Perduwisindo Sulut dalam penyediaan peserta kursus.

Dukungan juga datang dari Frankie Najoan selaku pengurus ICBC (Indonesia China Bussiness Council) Provinsi Sulawesi Utara yang memberikan materi dasar pada kelas perdana dan mengapresiasi antusiasme peserta.

Kursus Bahasa Mandarin Jawab Tren Turis dari China

Dalam beberapa tahun terakhir, arus turis dari China ke Sulawesi Utara menunjukkan tren positif, terutama ke Manado dan destinasi bahari sekitarnya.

Kondisi ini mendorong kebutuhan akan pemandu wisata yang mampu berkomunikasi langsung tanpa kendala bahasa.

Gina Anggriani mengajak warga Sulawesi Utara untuk bisa berpartisipasi mengikuti kegiatan kursus ini, menurutnya bahasa Mandari sangat penting di era saat ini mengingat banyaknya kunjungan turis dari China ke Bumi Nyiur Melambai, Sulawesi Utara.

Ia berharap pelatihan ini tidak berhenti pada satu angkatan saja.

Gina berharap agar kegiatan ini bisa menarik minat masyarakat untuk bisa belajar berbahasa Mandarin dengan baik dan benar.

“Semoga kursus ini bisa menciptakan kompetensi SDM yang bisa menunjang sektor pariwisata Sulawesi Utara yang menjanjikan,” kata Gina.

Kolaborasi PERDUWISINDO Sulut dan GIPI Perkuat SDM

Kolaborasi PERDUWISINDO Sulut dan GIPI Sulut menjadi pembeda dari pelatihan sebelumnya.

Jika biasanya pelatihan berfokus pada pelayanan dan pengetahuan destinasi, kali ini aspek komunikasi internasional menjadi prioritas utama.

Pariwisata sebagai sektor unggulan sudah seharusnya didukung dengan sumber daya yang mumpuni termasuk berkomunikasi, dalam hal ini bahasa Mandarin, ungkap Gina.

Pernyataan itu menegaskan bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan bagian dari daya saing destinasi.

Wisatawan yang merasa dipahami cenderung memperpanjang masa tinggal dan meningkatkan belanja wisata.

Dampak Jangka Panjang bagi Pariwisata Sulut

Sulawesi Utara selama ini dikenal sebagai gerbang wisata bahari Indonesia Timur.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara