
Manado, BeritaManado com — Upaya menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan yang merata hingga ke wilayah kepulauan terus diperkuat.
Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Utara bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kepulauan Sangihe menggelar rapat koordinasi guna membahas percepatan layanan adminduk bagi masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terpencil.
Pertemuan yang berlangsung pada Selasa (27/1/2026) di Kantor Disdukcapil Sulut tersebut menitikberatkan pada pentingnya pemerataan pelayanan dokumen kependudukan di wilayah dengan keterbatasan akses transportasi dan jaringan komunikasi.
Dalam koordinasi tersebut, kedua pihak membahas sejumlah strategi konkret, di antaranya penguatan layanan jemput bola, pelaksanaan pelayanan terpadu langsung ke pulau-pulau terluar, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi untuk mendukung percepatan pelayanan.
“Sebagai langkah nyata, pada Februari 2026 direncanakan akan dilaksanakan pelayanan jemput bola adminduk di salah satu pulau terpencil di Kabupaten Kepulauan Sangihe,” ungkap Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, dan Keluarga Berencana (Disdukcapil-KB) Daerah Provinsi Sulawesi Utara Christodharma Sondakh.
Lebih jauh lagi, Disdukcapil Provinsi Sulawesi Utara menegaskan komitmennya untuk terus mendukung daerah kepulauan melalui pendampingan teknis, dukungan sarana dan prasarana, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) operator adminduk di tingkat kabupaten.
Sementara itu, Disdukcapil Kabupaten Kepulauan Sangihe menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemerintahan agar layanan penerbitan dokumen kependudukan, seperti KTP elektronik, Kartu Keluarga, serta akta pencatatan sipil, dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“Koordinasi ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menghadirkan pelayanan publik yang inklusif, cepat, dan merata, sekaligus memastikan masyarakat di wilayah terpencil tetap memperoleh hak atas identitas hukum sebagai dasar akses layanan publik lainnya,” akhirnya.
(Jhonli Kaletuang)
