MANADO – Salah satu alasan dilakukannya rolling pejabat oleh Walikota Manado DR G S Vicky Lumentut, beberapa waktu lalu ternyata didasari dengan adanya dugaan praktek suap yang terjadi pada saat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) tahun anggaran 2010, yang diduga diberikan kepada sejumlah personil Panitia Khusus (Pansus) LKPJ di DPRD Kota Manado.
Untuk itu, Ketua Manado Corruption Watch (MCW) Decroly Raintama meminta pihak Kepolisian dan Kejaksaan segera melakukan pengusutan terhadap aksi itu, sekaligus melakukan penangkapan. “Tangkap saja jika memang benar ada dugaan seperti itu,” kata Raintama.
Beberapa SKPD yang terindikasi memberikan suap tersebut antara lain, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan Olahraga, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Pendapatan Daerah dan Dinas Pariwisata dan Budaya, memang akhirnya terkena rolling oleh Lumentut.
“Memang yang saya tahu, salah satu indikasi dilakukan rolling karena ada beberapa pejabat SKPD yang memberikan suap kepada dewan saat LKPJ. Ini yang tidak diingini oleh Lumentut, karena saat ini Pemkot Manado tengah mengejar predikat WTP,” jelas salah satu sumber dari sekretariat daerah.
Sekadar diinformasikan, isu suap yang menerpa pembahasan LKPJ ini sendiri terjadi, setelah beberapa dinas tiba-tiba dihentikan pembahasannya oleh pimpinan Pansus LKPJ. Padahal beberapa anggota lainnya meminta untuk dilanjutkan pembahasan, tetapi oleh pimpinan Pansus tetap dihentikan secara sepihak.
Akibat dihentikannya pembahasan kepada sejumlah SKPD ini, dugaan suap langsung merebak. Bahkan, beberapa anggota Pansus LKPJ lainnya mengaku memang benar ada suap yang terjadi, tetapi hanya kepada sejumlah anggota Pansus saja.
Terpisah, Ketua Pansus LKPJ Benny Parasan saat dikonfirmasi membantah jika dalam pembahasan LKPJ tidak ada yang namanya suap.
“Kalau pembahasan APBD atau Perubahan mungkin itu bisa saja kita lakukan suap. Tapi, kalau hanya LKPJ itu tidak mungkin karena di sini tidak ada uang,” jelas Parasan. (is)
