Bolmong Raya

Penyakit Kaki Gaja Mulai Hantui Warga Tumokang

Bolmong – Penyakit Filariasis (Elephantiasis) atau lebih dikenal dengan penyakit kaki gajah mulai mengahantui kehidupan masyarakat di daerah Bolaang Mongondow (Bolmong). Dilaporkan, satu orang warga Desa Tumokang Baru Kecamatan Dumoga Utara mengalami gejala seperti penyakit kaki gajah. Tungkai bawah kaki hingga kantung zakar (skrotum) mulai membesar.

Kaki gajah itu sendiri tergolong penyakit menular. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara langsung turun lapangan melakukan peninjauan lokasi untuk mengambil sampel darah kepada 500 warga di desa tersebut. Sampel darah diambil hingga radius 500 meter dari rumah warga yang diduga terkena penyakit tersebut.

“Untuk sekarang ini tercatat sudah ada empat ratusan warga yang sudah diambil sampel darahnya,” kata Camat Dumoga Utara I Ketut Kolak, Sabtu (31/5/2014) kemarin. Informasi ini bermula dari laporan warga ke Puskesmas setempat. Puskesmas pun langsung melaporkan ke Dinas Kesehatan Bolmong dan langsung diteruskan ke Dinkes Provinsi Sulut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Drg Rudiawan, kepada BeritaManado mengatakan bahwa untuk mencegah dan mengetahui apakah ada warga lain yang terkena penyakit serupa, pihaknya telah bekerja sama dengan tim dari provinsi untuk mengambil sampel darah.

Ditambahkannya, penyakit kaki gajah sifatnya menular dan menahun. Penyebab lain berasal dari cacing filarial yang ditularkan melalaui nyamuk. Untuk itu masyarakat diharapkan untuk menjaga kebersihan lingkungan tetap bersih agar terhindar dari wabah penyakit menular. (harismongilong)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara