
Jakarta, BeritaManado.com – Peringatan Hari Pendidikan Nasional yang dilaksanakan setiap tanggal 2 Mei sering menjadi momentum refleksi di kalangan dunian pendidikan, baik guru, murid, orangtuan dan sebagainya.
Bagi Maya Rumantir sendiri, pendidikan terutama bagi anak-anak itu adalahs alah satu faktor yang harus diperjuangkan dengan segala keterbatasan.
Diakui Maya Rumantir, faktor dukungan finansial sering menjadi alasan sebagian orangtua menyerah pada keadaan, sehingga anaknya tidak sekolah lagi alias putus sekolah.
“Kondisi seperti ini sangat memprihatinkan, dimana ada beberapa kasus, anak putus sekolah karena tidak ada biaya namun orangtuanya masih memiliki fisik yang layak untuk bekerja. Ini namanya menyerah pada keadaan,” ujar Maya Rumantir.
Maya Rumantir sendiri telah mempraktekkan bagaimana dirinya memberikan perhatian serius terhadap pendidikan anaknya Kiara Hutasoit yang saat ini sedang berjuang di bangku perguruan tinggi.
“Sejak SD dan tingkatan selanjutnya, saya tak pernah mengabaikan untuk memberikan perhatian terhadap dinamika yang terjadi di sekolahnya, baik dari sudut pandang akademik maupun lingkungan sosialnya,” kata Maya Rumantir.
Ditekankannya, bahwa pendidikan adalah sebuah investasi besar bagi masa depan anak-anak Indonesia dan juga Sulawesi Utara.
(Frangki Wullur)
