Ceramah tersebut, kata dia, hanya untuk kalangan internal jemaahnya saja.
Walau demikian, atas kegaduhan yang telah disebabkannya, dirinya tetap berbesar hati menyatakan penyesalannya dan memohon maaf.
Bagi dia, menjunjung persatuan yang ada di Indonesia adalah hal yang utama.
“Sekali lagi saya minta maaf atas kegaduhan ini, tapi percayalah kebersamaan Indonesia selalu ada di hati saya dan di hati saya selalu ada persatuan karena dasar khotbahnya kalau didengar hari itu, itu justru tentang kasih, kasihlah sesamamu,” tambahnya.
(jenlywenur)
